Prabowo di Muktamar NU: Jas Hijau, Jangan Lupakan Jasa Ulama

Newswire
Newswire Kamis, 27 Agustus 2026 18:57 WIB
Prabowo di Muktamar NU: Jas Hijau, Jangan Lupakan Jasa Ulama

Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto memukul bedug untuk menandai pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). (ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden/Fathur Rochman)\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA— Presiden Prabowo Subianto menyerukan agar jasa para ulama tidak dilupakan dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Rabu (28/6/2026).

Prabowo mengingatkan kembali kontribusi ulama, kiai, dan pesantren dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya dalam Pertempuran Surabaya pada Oktober-November 1945.

Menurut Prabowo, kemerdekaan Indonesia memang diproklamasikan di Jakarta, tetapi kemudian diuji melalui pertempuran di Surabaya. Dalam momentum tersebut, ulama dan kalangan pesantren disebut memiliki kontribusi besar.

Dari konteks itulah Prabowo menyampaikan istilah Jas Hijau, sebagai penekanan agar masyarakat tidak melupakan jasa ulama.

“Karena itu saya ingin, pernah kalau tidak salah Bung Karno mengatakan Jas Merah, jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Saya ingin menyampaikan Jas Hijau: jangan sekali-sekali melupakan jasa ulama,” kata Prabowo.

Prabowo Hormati Ulama hingga Kiai Kampung

Prabowo kemudian menyampaikan penghormatan kepada seluruh ulama, baik tokoh yang dikenal luas maupun para kiai di tingkat kampung.

Menurutnya, banyak ulama dan kiai yang tidak dikenal publik, tetapi tetap memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Mereka dinilai berkontribusi menjaga akhlak generasi muda, kerukunan, serta kedamaian di tengah masyarakat.

“Terima kasih kepada semua ulama yang terkenal maupun kiai-kiai kampung yang mungkin namanya tidak pernah masuk televisi, tapi setiap hari menjaga akhlak anak-anak kita, menjaga kerukunan umat dan kerukunan antarumat, menjaga kedamaian di desa dan mendoakan bangsa tanpa meminta apa pun kepada negara,” ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan rasa hormatnya kepada seluruh ulama atas kontribusi tersebut. Dia juga mengajak seluruh elemen bangsa menjaga semangat persatuan dan optimisme terhadap masa depan Indonesia.

“Terima kasih, hormat saya kepada para ulama semuanya,” katanya.

Prabowo Klaim Indonesia Capai Swasembada Pangan

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyampaikan optimisme bahwa Indonesia akan terus mengalami kebangkitan. Dia mengklaim sejumlah capaian telah diraih pemerintah meski masa kepemimpinannya belum genap dua tahun.

“Indonesia Insya Allah akan bangkit. Saya hampir dua tahun jadi Presiden Republik Indonesia, saya terima kasih dukungan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, dukungan organisasi masyarakat Islam seperti NU dan Muhammadiyah menjadi bagian penting dalam perjalanan pemerintahannya.

Dia juga menyebut pemerintah telah mencapai sejumlah prestasi besar dalam waktu kurang dari dua tahun. Salah satu yang disebutnya adalah swasembada pangan.

“Dengan belum sampai dua tahun kita telah mencapai prestasi-prestasi besar, kita sudah swasembada pangan dan sebentar lagi kita akan swasembada energi,” ujarnya.

Prabowo mengatakan pemerintah juga berupaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

“Insya Allah kita tidak dalam waktu yang tidak lama kita tidak perlu impor terlalu banyak BBM dari mana pun,” kata Prabowo.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online