Danantara Bidik Investasi Rp1.200 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 2027
Danantara menyiapkan desain investasi 2026-2027 untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027.
Foto ilustrasi maskapai penerbangan. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Kinerja keselamatan dan keamanan penerbangan Indonesia tercatat berada di atas rata-rata global berdasarkan hasil audit Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atau International Civil Aviation Organization (ICAO). Audit tersebut mencatat capaian Indonesia sebesar 78,85%, sedangkan rata-rata global berada di level 70,6%.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F Laisa, mengatakan capaian tersebut terlihat dalam hasil audit Universal Safety Oversight Audit Programme (USOAP) ICAO. Hasil itu menjadi salah satu gambaran kinerja pengawasan keselamatan dan keamanan penerbangan Indonesia.
Lukman menyampaikan hal tersebut dalam jumpa pers di Jakarta, Senin. Menurutnya, Kementerian Perhubungan tetap melakukan pembaruan regulasi untuk memastikan ketentuan penerbangan nasional mengikuti perkembangan standar internasional yang ditetapkan ICAO.
Lukman menjelaskan standar penerbangan internasional terus mengalami perkembangan. Karena itu, perubahan ketentuan dalam Annex ICAO harus segera diikuti dengan penyesuaian regulasi di Indonesia.
"Regulasi internasional kan berkembang dinamis dan ini yang harus kita segera (sesuaikan). Makanya hampir tiap minggu kita melakukan rapat untuk menyiapkan aturan-aturan baru, menyesuaikan aturan-aturan yang terbaru dari Annex," katanya.
Pembaruan regulasi tersebut diperlukan agar aturan penerbangan Indonesia tetap selaras dengan standar internasional. Kesiapan regulasi juga menjadi bagian dari persiapan Indonesia dalam menghadapi audit USOAP ICAO.
Dengan demikian, capaian 78,85% dalam audit keselamatan dan keamanan penerbangan tidak berdiri sendiri. Pemerintah juga terus menyesuaikan perangkat regulasi nasional dengan perubahan standar yang ditetapkan ICAO.
Salah satu perkembangan yang menjadi perhatian pemerintah adalah penggunaan teknologi pesawat nirawak atau drone. Lukman mengatakan perkembangan teknologi tersebut membuat kebutuhan regulasi di sektor penerbangan semakin luas.
Menurutnya, penggunaan drone saat ini tidak lagi terbatas untuk kepentingan rekreasi. Teknologi tersebut mulai dikembangkan untuk kebutuhan kargo hingga angkutan penumpang.
Perkembangan itu membuat pemerintah perlu menyiapkan ketentuan yang mencakup berbagai aspek penerbangan. Regulasi tersebut antara lain berkaitan dengan pilot, sarana, navigasi, organisasi, hingga bandar udara yang digunakan.
Pengembangan teknologi drone juga menjadi salah satu agenda yang akan dibawa Indonesia jika terpilih kembali sebagai anggota Dewan ICAO.
Selain isu drone, Indonesia menyiapkan agenda peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta pengembangan penerbangan berkelanjutan. Agenda tersebut menjadi bagian dari fokus Indonesia dalam pencalonannya sebagai anggota Dewan ICAO.
Indonesia kembali mencalonkan diri sebagai anggota Dewan ICAO. Posisi tersebut terakhir kali diduduki Indonesia pada 2001.
Pemilihan empat anggota tambahan Dewan ICAO dijadwalkan berlangsung dalam Sidang Luar Biasa ke-43 Majelis ICAO pada 19–20 November 2026. Sidang tersebut akan digelar di Montreal, Kanada.
ICAO sendiri merupakan badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dibentuk pada 1944. Organisasi tersebut memiliki tugas mengelola Konvensi Chicago (Chicago Convention) sekaligus menetapkan standar dan kebijakan penerbangan sipil internasional.
Dalam struktur ICAO, Dewan ICAO memiliki peran dalam menentukan arah kebijakan organisasi. Dewan tersebut terdiri atas negara-negara anggota yang dipilih langsung oleh Majelis ICAO dengan masa jabatan selama tiga tahun.
Bagi Indonesia, pencalonan kembali sebagai anggota Dewan ICAO menjadi momentum untuk membawa sejumlah agenda, mulai dari perkembangan regulasi teknologi drone, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pengembangan penerbangan berkelanjutan.
Di sisi lain, hasil audit USOAP ICAO menunjukkan kinerja keselamatan dan keamanan penerbangan Indonesia mencapai 78,85%. Capaian itu berada di atas rata-rata global yang tercatat sebesar 70,6%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Danantara menyiapkan desain investasi 2026-2027 untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027.
Kemenpora mengajukan anggaran Rp4,019 triliun untuk 2027, termasuk Rp2,4 triliun bagi program prioritas kepemudaan dan olahraga.
Properti Kulonprogo masih stagnan meski YIA hadir. Spekulasi tanah dan minimnya kawasan terpadu menjadi sejumlah tantangan.
Fadli Zon menyiapkan buku sejarah tematik tentang kepahlawanan, termasuk sejarah Majapahit dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan 1945-1950.
MBG 3B telah menjangkau 10,8 juta penerima hingga 18 Agustus 2026. Pemerintah mengejar target 21 juta penerima manfaat.
Asphirasi Connect 2026 di Jogja memperkuat sinergi pengusaha Haji dan Umrah melalui konsolidasi, sharing bisnis, networking, dan business matching.