Desainer Malaysia Bawa Koleksi High Fashion ke JIKFP 2026 di Jogja
JIKFP 2026 di Sleman City Hall menghadirkan 50 desainer dan lebih dari 600 model anak-remaja dari Indonesia, Timor-Leste, dan Malaysia.
Kegiatan daring pelepasan mahasiswa program transfer kredit. /Ist-uad.
Harianjogja.com, JOGJA—Program International Credit Transfer (ICT) atau transfer kredit dan Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara - Sistem Alih Kredit dengan Teknologi Informasi (Permata Sakti) bisa menjadi penerapan program Merdeka Belajar yang selama ini digulirkan Kemendikbud. Melalui kredit transfer sebuah perguruan tinggi bisa mengirim mahasiswanya ke kampus mitra baik di dalam maupun luar negeri.
Kepala Bidang Kerjasama Luar Negeri UAD Ida Puspita menjelaskan ICT dan Permata Sakti ini menjadi implementasi kebijakan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka yang dicetuskan oleh Mendikbud Nadiem Makarim. Melalui program ini mahasiswa dapat mengambil mata kuliah yang ditawarkan di kampus mitra, baik di dalam dan luar negeri dengan model pembelajaran secara daring. Dua program ini berlangsung selama satu semester pada semester ganjil TA 2020/2021.
BACA JUGA : UII Realisasikan Program Kampus Merdeka di Kawasan YIA
“Dua program ini dapat menjadi media dalam mengimplementasikan program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka dari Kemendikbud dan diharapkan dapat memperkuat jejaring kerja sama baik nasional dan internasional,” ungkap dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Senin (12/10/2020).
Ia menambahkan pihaknya telah melepas 36 mahasiswanya untuk mengikuti kedua program itu pada 1 Oktober 2020. Untuk ICT terdiri atas 11 mahasiswa dengan tujuan Psikologi Profesi S2 ke University Malaysia Serawak dan University of Philippines Manila, Pendidikan Bahasa Inggris S2 ke University of Saint Anthony Philippines, Sastra Inggris ke UitM Malaysia, Bahasa dan Sastra Arab ke Universiti of Malaya dan Pendidikan Bahasa Inggris S1 ke UiTM Malaysia.
BACA JUGA : Kemendikbud Gulirkan Kebijakan Kampus Merdeka
Sedangkan untuk Permata-Sakti, pihaknya mendapatkan kuota sejumlah 26 mahasiswa untuk mengambil kredit ke 26 PTS mitra di dalam negeri. Di antaranya Universitas Trisakti, Universitas Teknokrat Indonesia, IKIP Siliwangi, Universitas Bina Insani, Universitas Bandar Lampung, STIE Jakarta, UM Jakarta, UM Palangkaraya, UM Pringsewu, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Institut Transportasi dan Logististik Trisakti dan Universitas Kuningan.
“Kami juga menerima 47 mahasiswa untuk mengambil beberapa mata kuliah yang ditawarkan beberapa. Ada 12 PTS mitra yang mengirimkan mahasiswanya ke UAD,” katanya.
BACA JUGA : Rektor Perguruan Tinggi di Jogja Pertanyakan Kebijakan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JIKFP 2026 di Sleman City Hall menghadirkan 50 desainer dan lebih dari 600 model anak-remaja dari Indonesia, Timor-Leste, dan Malaysia.
Dishub DIY mengembangkan Sigap Aset untuk memantau perlengkapan jalan. Data 2026 mencatat kekurangan 27.590 unit dari total kebutuhan.
Bapanas dan Satgas Pangan Polri memperketat pengawasan distribusi beras SPHP dan RPK menyusul temuan pengoplosan serta penjualan kembali dengan harga tinggi.
Pemkot Jogja menyiapkan pembiayaan melalui Jamkesda bagi korban kekerasan saat demonstrasi 28 Oktober 2026 setelah verifikasi Dinsos.
KSPSI AGN-ATUC Gunungkidul mengusulkan UMK 2027 minimal Rp2.659.000 atau naik 7,5%-10% demi menjaga daya beli pekerja.
Mentan Amran mengungkap 13 tersangka dalam delapan kasus pelanggaran beras yang melibatkan 15 merek. Pelaku terancam pidana hingga tujuh tahun.