Komnas HAM Desak Evaluasi Polda Jateng Terkait Penggerebekan Pesantren Putri
Komnas HAM meminta pemulihan psikologis bagi santriwati, ustazah, dan balita yang diduga trauma akibat penggeledahan ponpes di Sukoharjo.
Seto Mulyadi. /Suara.com-Erick Tanjung
Harianjogja.com, JAKARTA--Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau yang kerap disapa Kak Seto berpendapat penerapan tahun ajaran dan kurikulum baru sebaiknya dilakukan atau diterapkan di rumah saja hingga situasi dapat dikatakan aman dari ancaman Covid-19.
"Menurut saya tetap siap dengan kurikulum baru di rumah saja," kata dia saat dihubungi di Jakarta, Senin (8/6/2020).
Menurut dia, langkah tersebut bisa berjalan satu bahkan dua semester mengingat pandemi COVID-19 yang belum melandai. Namun, ia memahami setiap anak tentunya ada merasakan jenuh atau bosan selama belajar dari rumah akibat pandemi global tersebut. Oleh karena itu, guru, sekolah, orang tua, serta pemangku dunia pendidikan harus berpikir cara paling efektif apabila penerapan kurikulum dan tahun ajaran baru masih dari rumah. "Jadi kita semua harus memikirkan bagaimana cara mengakali semua itu," kata psikolog anak tersebut.
Ia mengatakan meskipun pemerintah memiliki wacana sekolah kembali dibuka pada akhir Desember 2020, namun hal itu tetap harus mempertimbangkan berbagai aspek terutama keselamatan anak.
Sembari menunggu keputusan resmi oleh pemerintah kapan sekolah kembali dibuka, ia menyarankan setiap orang tua agar lebih ketat dalam mengawasi anak-anaknya.
Sebab, ujar dia, jangan sampai ada anak-anak yang sudah merasa jenuh atau bosan di rumah sehingga berpergian ke pusat perbelanjaan atau tempat keramaian lainnya yang berpotensi terjadinya penularan virus.
"Kemudian yang paling penting itu ialah tetap menggunakan masker, cuci tangan dan menjaga jarak fisik," ujar pendiri Homeschooling Kak Seto itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Komnas HAM meminta pemulihan psikologis bagi santriwati, ustazah, dan balita yang diduga trauma akibat penggeledahan ponpes di Sukoharjo.
Pemprov Jawa Tengah mengumpulkan 31.032,44 liter minyak jelantah dari 60.680 ASN dan pegawai BUMD hingga meraih penghargaan MURI.
BPS mencatat inflasi tahunan Oktober 2026 sebesar 3,23%. Cabai rawit, beras, bensin, dan tarif pesawat menjadi penyumbang inflasi.
Polda DIY mencatat kecelakaan turun 23% dibanding pekan sebelumnya selama Ops Patuh Progo 2026, tetapi naik dibanding periode tahun lalu.
Pemuda Kulon Progo menyoroti kenaikan biaya hidup, sulitnya mencari kerja, hingga pajak pembalut yang dinilai menambah beban perempuan.
Pemkot Jogja mendampingi 17 Koperasi Merah Putih. KKMP Gunungketur mencatat omzet Rp137,75 juta dari usaha batik pada 2025.