Kak Seto Ingatkan Kesehatan dan Keselamatan Siswa Harus Diutamakan di Tengah Pandemi

Seorang siswi kelas 11 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melakukan kegiatan belajar mengajar menggunakan internet di Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (1/4/2020). - ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
07 Juni 2020 11:37 WIB Devi Sri Mulyani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Psikolog anak Seto Mulyadi mengapresiasi kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menyatakan bahwa tahun ajaran baru bukan berarti siswa harus masuk sekolah di tengah pandemi Covid-19.

“Kami memberikan apresiasi terhadap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan [Kemendikbud] yang sudah menegaskan dengan jelas bahwa tahun ajaran baru bukan berarti harus sudah masuk sekolah. Jadi, sekolah itu tidak harus juga keluar rumah, tergantung situasi dan kondisi,” paparnya dalam keterangan resmi, Minggu (7/6/2020).

Kak Seto, panggilan akrabnya, mengungkapkan hal yang paling penting adalah kesehatan dan keselamatan hidup dari para peserta didik.

“Jangan sampai anak-anak mengejar supaya bisa ketemu teman-temannya justru membuat korban tambah banyak. Saya kira itu harus diperhitungkan semua,” imbuhnya.

Namun, Kak Seto mengingatkan untuk mendukung pendidikan jarak jauh, modul-modul pembelajaran yang disiapkan pemerintah harus tetap disosialisasikan kepada masyarakat, khususnya menyangkut standar kompetensi yang harus dicapai serta kelulusan.

Masa pandemi Covid-19 dinilainya dapat menjadi momentum untuk mengajarkan etika yang bisa langsung dipraktikkan anak di dalam keluarga. Anak-anak bisa langsung mempraktikkan cara menghormati orang tua, saudara, asisten rumah tangga, serta belajar bekerja sama dan membantu orang lain.

“Pendidikan tidak semata harus berada di sekolah, tetapi di mana saja. Pendidikan jalur formal dan non formal saling melengkapi dan menggantikan sehingga saat ini tidak perlu ada kebingungan,” ucapnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia