Tiket Timnas Indonesia vs Oman dan Mozambik Mulai Dijual
Tiket Timnas Indonesia vs Oman dan Mozambik di FIFA Match Day Juni 2026 resmi dijual mulai Rp300 ribu melalui Livin by Mandiri.
Dokter Terawan Agus Putranto/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA--Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih berharap Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto bisa berkolaborasi dengan IDI untuk mengatasi persoalan kesehatan.
"Di negara ini banyak persoalan terkait pelayanan kesehatan jadi sekarang yang dipupuk ke depan itu kolaborasi. Semua stakeholder, Kementerian Kesehatan organisasi profesi, lembaga terkait pelayanan kesehatan berkolabroasi kalau mau menyelesaikan masalah pelayanan kesehatan," ujar dr Daeng ketika ditemui di Kantor IDI di Jakarta, Kamis (24/10/2019).
Menurut dia, semua pihak harus berpikir ke depan untuk menghadapi berbagai masalah yang dihadapi sektor kesehatan di Indonesia, bukannya malah mempermasalahkan isu di masa lalu.
Sekarang, ujarnya, agenda penyelesaian pelayanan kesehatan harus menjadi prioritas maka koordinasi dan konsolidasi antara Kemenkes dan IDI harus kuat dan menjadi prioritas.
Diungkit soal isu konflik masa lalu Menkes Terawan dengan IDI, Ketua Umum IDI itu mengatakan bahwa seharusnya yang menjadi fokus adalah permasalahkan koordinasi dan konsolidasi untuk masalah Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), permasalahan seperti stunting dan penyakit tidak menular.
"Masalah apa? Itu kan masalah internal jadi tidak usahlah dipersoalkan dan itu sudah lama, jangan diungkap-ungkap kembali," ujarnya.
IDI sendiri, ujarnya, menghormati dan menghargai pilihan Presiden Joko Widodo untuk memilih mantan Kepala RSPAD Gatot Subroto itu untuk memimpin Kemenkes.
Sebelumnya, nama dr Terawan sempat mencuat berkat inovasi metode "cuci otak" yang dikatakan terbukti menyembuhkan banyak pasien stroke. Terapi itu merupakan salah satu metode Digital Subtraction Angiography (DSA) yang bertujuan mendiagnostik dan mengevaluasi pembuluh darah untuk mengetahui penyakit pasien dan menentukan pengobatan yang tepat.
Dokter Terawan menggunakannya sebagai metode pengobatan stroke dengan memasukkan obat heparin dalam proses DSA yang dipercaya dapat menyembuhkan stroke.
Sekitar awal April 2018, muncul kabar bekas dokter kepresidenan itu diberhentikan sementara oleh Mahkamah Kode Etik Kedokteran (MKEK) IDI karena dianggap melanggar kode etik profesi yaitu mengiklankan metode tersebut. Saat itu, Terawan membantah hal tersebut dan mengatakan tidak pernah sekalipun mengiklankan metode itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Tiket Timnas Indonesia vs Oman dan Mozambik di FIFA Match Day Juni 2026 resmi dijual mulai Rp300 ribu melalui Livin by Mandiri.
DPD DIY dorong percepatan pengesahan RUU Masyarakat Adat demi kepastian hukum dan perlindungan hak masyarakat adat.
Penelitian terbaru ungkap pola tulisan tangan bisa jadi indikator awal penurunan fungsi kognitif pada lansia.
Rupiah melemah ke Rp17.800, DPR tegaskan kondisi bukan krisis 1998. Sektor perbankan dinilai masih stabil.
Tren wisata 2026 berubah, turis kini cari pengalaman emosional, healing, dan perjalanan bermakna ke Jepang, Korea, hingga China.
Peringatan 20 tahun gempa Jogja jadi momentum penguatan kesiapsiagaan bencana berbasis teknologi, kolaborasi, dan edukasi masyarakat.