KPK Usul Negara Biayai APK Pemilu untuk Tekan Korupsi
KPK mengusulkan pemerintah membiayai alat peraga kampanye peserta pemilu untuk menekan biaya politik dan mencegah tindak pidana korupsi.
Ilustrasi sabu-sabu./Ist-Antara
Harianjogja.com, PEKANBARU - Pihak Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau mengungkapkan jaringan internasional narkoba yang diduga dari Malaysia. Namun saat upaya penggerebekan, dua pelaku melawan dan terpaksa ditembak.
Kedua jaringan narkoba ditangkap di daerah Kota Dumai Riau. Belakangan keduanya tewas. Dari keduanya dapat barang bukti 5 Kg sabu.
"Tadi malam anggota kita melakukan upaya penangkapan terhadap jaringan narkoba. Namun mendapatkan perlawanan. Kabar terbaru dari anggota di lapangan keduanya meninggal," kata Kapolda Riau Riau Irjen Agung Setya Imam Efendi Jumat (18/10/2019).
Dia menegaskan bahwa petugas di lapangan terpaksa melakukan tindakan tegas karena pelaku melakukan perlawanan dengan berusaha menyerang petugas memakai senjata api. Namun Kapolda Riau enggan memberi identitas dua pelaku yang ditembak.
Agung mengatakan bahwa kedua pelaku yang ditembak itu memiliki kaitan dengan pengungkapan jaringan narkoba 89 Kg. Dimana jaringan itu berasal dari Malaysia.
"Pelaku menggunakan senjata api jenis revolver. Sabu dan senjata api sudah kita sita,"tegasnya pucuk pimpinan di Riau itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
KPK mengusulkan pemerintah membiayai alat peraga kampanye peserta pemilu untuk menekan biaya politik dan mencegah tindak pidana korupsi.
PNM meraih penghargaan di JBBA 2026 atas komitmennya memberdayakan lebih dari 15 juta perempuan pelaku usaha melalui pembiayaan dan pelatihan.
Imigrasi Jakarta Selatan mendeportasi dua WNA Vietnam yang diduga membuka praktik kedokteran ilegal di Radio Dalam dan dikenai penangkalan.
Khofifah Indar Parawansa meminta penguatan distribusi beras SPHP, Minyakita, dan LPG 3 kilogram untuk mendukung operasional KDKMP di Jawa Timur.
Disdik Kota Semarang mengevaluasi penyebab sejumlah SD negeri kekurangan murid meski lulusan PAUD mencapai lebih dari 22 ribu anak pada 2026.
Realisasi PBB-P2 Kulonprogo mencapai Rp29 miliar atau 71,29 persen. Lima kalurahan berhasil melunasi pajak hingga 100 persen pada semester I 2026.