PANDI Targetkan Domain .id Tembus 2,8 Juta pada 2031
PANDI menargetkan jumlah domain .id mencapai 2,8 juta pada 2031 seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap domain lokal.
Foto ilustrasi: Pengungsi dari Wamena, Papua. /Antarafoto
Harianjogja.com, JAYAPURA- Dampak kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua, tercatat 9.078 pengungsi dievakuasi dari daerah tersebut menggunakan pesawat hercules milik TNI AU.
"Mabes TNI AU saat ini menggerahkan tiga pesawat," kata Dan Lanud Silas Papare Marsekal Pertama TNI Triwibowo, Jumat (4/10/2019).
Dia mengatakan, tiga pesawat hercules yang dioperasionalkan itu satu di antaranya dikhususkan untuk mengambil bantuan dari daerah lainnya seperti dari Biak.
Untuk mengangkut pengungsi digunakan dua pesawat hercules dari Jayapura ke Wamena dan sebaliknya. Sedangkan pengungsi yang diangkut ke kampung halamannya di Sulawesi dan Jawa sebanyak 373 orang, kata Marsma TNI Triwibowo.
Ketika ditanya tentang dimana pengungsi ditampung, Dan Lanud Silas Papare mengaku, selain di instalasi militer dan rumah ibadah, mereka ditampung di berbagai lokasi termasuk oleh keluarga dan panguyuban .
“Penampungan pengungsi tersebar bahkan sampai ke Kota Jayapura yang berjarak sekitar 40 KM dari Sentani,” jelas Marsma TNI Triwibawa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PANDI menargetkan jumlah domain .id mencapai 2,8 juta pada 2031 seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap domain lokal.
BNPT mencatat 620 anak usia 11-18 tahun terpapar paham kekerasan dan radikalisme melalui media sosial hingga 26 Agustus 2026.
SPBU Mlati membatasi pembelian Pertalite 5 liter untuk motor. Pertamina menyebut kebijakan itu membantu mengurangi antrean dan menjaga kuota.
AS memperingatkan ekonomi Iran bisa runtuh dalam hitungan minggu atau bulan akibat tekanan sanksi yang terus diperketat.
DPRD Bantul mendorong tambahan anggaran APBD Perubahan 2026 untuk mengantisipasi kekeringan dan karhutla selama kemarau.
Israel kembali menyerang Gaza pada 1 September 2026. Hamas mengecam serangan dan mendesak mediator menekan Israel mematuhi gencatan senjata.