Kemiskinan Indonesia Ditarget Turun Jadi 6,5 Persen pada 202
Pemerintah menargetkan kemiskinan nasional turun menjadi 6–6,5 persen pada 2027 dengan pertumbuhan ekonomi 6 persen.
Foto ilustrasi energi alternatif, dibuat menggunakan Artifical Intelligence.
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah menilai transisi energi Indonesia kini perlu memasuki tahap yang lebih konkret dengan mempercepat pelaksanaan proyek, memastikan skema pembiayaan, serta menarik investasi yang sejalan dengan prioritas pembangunan nasional.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan transisi energi tidak cukup berhenti pada penyusunan kebijakan maupun kajian. Setiap kebijakan energi harus diterjemahkan menjadi proyek yang jelas dan memiliki dukungan pembiayaan serta investasi.
Hal tersebut disampaikan Rachmat dalam agenda Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2026 di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
“Setiap kebijakan energi utama harus memiliki jalur proyek yang jelas. Setiap jalur proyek harus memiliki jalur pembiayaan, dan setiap investasi harus berkontribusi langsung terhadap prioritas pembangunan nasional kita,” kata Rachmat.
Menurutnya, percepatan implementasi menjadi bagian penting dalam tahap berikutnya dari agenda transisi energi Indonesia. Karena itu, pemerintah mendorong agar proyek-proyek energi, pembiayaan, dan investasi dapat bergerak secara beriringan.
Rachmat juga menilai kerja sama Indonesia dan Jerman dalam sektor energi perlu semakin diarahkan pada pelaksanaan proyek dan investasi. ISEW 2026 diharapkan dapat menjadi salah satu platform untuk memperkuat kerja sama kedua negara dalam mendorong agenda tersebut.
Selama ini, kerja sama Indonesia-Jerman telah memberikan kontribusi dalam penguatan kebijakan energi, peningkatan kapasitas kelembagaan, bantuan teknis, serta pengembangan dialog antara berbagai pemangku kepentingan.
Namun, menurut Rachmat, kerja sama tersebut perlu memasuki fase baru yang lebih berorientasi pada hasil nyata di lapangan.
“Kerja sama generasi berikutnya antara Indonesia dan Jerman harus bergerak dari pengetahuan menuju investasi, dari studi menuju proyek, serta dari dialog kebijakan menuju implementasi di lapangan,” ujarnya.
Transisi Energi Jadi Peluang Ekonomi
Rachmat menegaskan transisi energi tidak semata-mata berkaitan dengan upaya mengurangi emisi karbon. Agenda tersebut juga dapat menjadi instrumen untuk memperkuat perekonomian Indonesia dalam jangka panjang.
Menurut dia, pengembangan energi bersih berpotensi membuka peluang industrialisasi baru, memperkuat ketahanan energi, sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
“Transisi energi tidak hanya menjadi bagian dari upaya menurunkan emisi, tetapi juga dapat menjadi mesin baru industrialisasi, memperkuat ketahanan energi, menciptakan peluang ekonomi baru di seluruh penjuru Indonesia, serta mendukung transformasi Indonesia menuju 2045 yang lebih cepat, tangguh, inklusif, dan berkelanjutan,” kata Rachmat.
Karena itu, pemerintah Indonesia mengajak Jerman untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan energi berkelanjutan. Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan pertukaran pengetahuan, tetapi juga mendorong realisasi investasi dan proyek yang memberikan manfaat bagi pembangunan nasional.
Pada kesempatan yang sama, Federal Minister for Economic Cooperation and Development Jerman Reem Alabali Radovan menyampaikan komitmen pemerintah Jerman untuk tetap mendukung pengembangan investasi yang memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.
Dukungan tersebut diharapkan memperkuat hubungan kerja sama Indonesia dan Jerman dalam pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam mempercepat agenda transisi energi.
Dengan semakin diarahkan pada implementasi, pemerintah berharap agenda transisi energi dapat memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya terhadap pencapaian target lingkungan, tetapi juga terhadap ketahanan energi, pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, dan pemerataan peluang ekonomi di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah menargetkan kemiskinan nasional turun menjadi 6–6,5 persen pada 2027 dengan pertumbuhan ekonomi 6 persen.
PANDI menargetkan jumlah domain .id mencapai 2,8 juta pada 2031 seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap domain lokal.
Kemenhaj verifikasi ulang 400.000 data antrean haji yang berpotensi mengurangi daftar tunggu dan memangkas waktu keberangkatan.
Ratusan santri Ponpes Mambai'ul Hikam Sidoarjo diduga keracunan setelah menyantap MBG. Sampel makanan diperiksa di laboratorium.
PHRI mendorong Borobudur menjadi hub bisnis kuliner dan pariwisata lewat Culinary Challenge dan Tabletop yang mempertemukan seller dan buyer.
PSIM Jogja belum mengunci starting eleven untuk Super League 2026/2027. Van Gastel membuka persaingan dan fleksibel soal taktik.