11.090 Penerima PKH di Pekalongan Diminta Graduasi Mandiri, Ini Alasan
Pemkot Pekalongan mencatat 11.090 penerima PKH desil 1-4 dan mendorong warga yang sudah mampu melakukan graduasi mandiri.
Ilustrasi penangkapan/Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, JAYAPURA--Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Rodja mengakui, anggotanya sudah menangkap Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Agus Kosay yang merupakan organisasi mendukung lepasnya Papua dari NKRI di kawasan Hawaii, Sentani, Selasa (17/9/2019) malam.
Dikutip Antara Rudolf Rodja mengatakan selain menangkap Agus Kosay pihaknya juga meringkus Doni Itlay, anggota KNPB yang saat itu keduanya sedang mengendarai sepeda motor. Mantan Kapolda Papua Barat itu mengaku, sepeda motor yang dikendarai keduanya merupakan kendaraan curian.
Saat ditangkap keduanya tidak melakukan perlawanan, aku Rodja seraya menambahkan Agus Kosay sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Ketika ditanya tentang berapa banyak anggota KNPB yang masuk DPO, Kapolda Papua enggan mengungkapkan namun yang pasti pihaknya akan menangkap mereka yang diduga terlibat dalam sejumlah aksi makar .
“Polisi akan menangkap mereka yang sudah masuk dalam DPO,” tegas Irjen Pol Rodja.
Sebelumnya polisi juga sudah menangkap Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) USTJ AG dan mantan Ketua BEM Fisip Uncen FBK.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemkot Pekalongan mencatat 11.090 penerima PKH desil 1-4 dan mendorong warga yang sudah mampu melakukan graduasi mandiri.
Portugal vs Spanyol di 16 besar Piala Dunia 2026. Oyarzabal percaya diri, cek prediksi skor dan susunan pemain.
Prabowo dan PM Singapura Lawrence Wong bertemu di Leaders’ Retreat 2026 Jakarta, bahas kerja sama strategis dan proyek bilateral.
Jokowi mulai safari politik ke sejumlah daerah usai Lampung. PSI jadi titik awal, partai lain ikut memberi respons.
Menpar dorong integrasi Pokdarwis dan koperasi untuk perkuat desa wisata, tingkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Mendikdasmen ungkap skema kantin dalam program MBG masih dikaji, bantuan hanya untuk siswa yang membutuhkan.