Prakiraan Cuaca BMKG 5 Juli: Hujan Ringan hingga Awan Tebal

Newswire
Newswire Minggu, 05 Juli 2026 09:47 WIB
Prakiraan Cuaca BMKG 5 Juli: Hujan Ringan hingga Awan Tebal

Ilustrasi. /Harian Jogja-Nina Atmasari

Harianjogja.com, JAKARTA— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu didominasi kondisi berawan hingga berawan tebal. Sementara itu, beberapa daerah lainnya berpotensi mengalami hujan ringan, hujan disertai petir, hingga udara kabur.

Dalam prakiraan cuaca terbaru, BMKG juga mengingatkan adanya pengaruh dinamika atmosfer, termasuk Siklon Tropis Buffy dan sirkulasi siklonik di sekitar wilayah Indonesia. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan di sejumlah daerah.

Prakirawan BMKG Rizky mengatakan wilayah yang diprakirakan mengalami cuaca berawan hingga berawan tebal meliputi Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, Samarinda, Denpasar, Kupang, Makassar, Ternate, Ambon, Sorong, dan Manokwari.

"Kemudian potensi hujan ringan di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Serang, Jakarta, Bandung, Palangkaraya, dan Tanjung Selor," kata Rizky dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Minggu (5/7/2026).

Selain wilayah tersebut, BMKG juga memprakirakan hujan ringan berpotensi terjadi di Mamuju, Gorontalo, Manado, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke.

Sementara itu, potensi hujan yang disertai petir diperkirakan terjadi di Pontianak dan Palu. Adapun kondisi udara kabur berpotensi terjadi di Bengkulu dan Yogyakarta.

Siklon Tropis Buffy Pengaruhi Kondisi Atmosfer

Rizky menjelaskan Siklon Tropis Buffy diperkirakan berada di Samudera Pasifik bagian utara Papua dengan arah pergerakan ke barat. Sistem tersebut memicu terbentuknya daerah konvergensi di Samudera Pasifik utara Papua, Maluku Utara, serta wilayah di sekitar pusat siklon.

Selain itu, sirkulasi siklonik diprediksi terbentuk di Samudera Hindia bagian barat Sumatera Barat. Kondisi tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang dari perairan barat Sumatera Barat hingga Samudera Hindia di sebelah barat Sumatera Barat, termasuk di sekitar wilayah sirkulasi tersebut.

"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah siklasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut," katanya.

Menurut Rizky, kombinasi berbagai dinamika atmosfer tersebut menyebabkan potensi cuaca yang cukup signifikan di sejumlah wilayah Indonesia sehingga masyarakat diimbau memantau pembaruan prakiraan cuaca BMKG sebelum beraktivitas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online