OTT KPK ke-19 Sasar Unsoed, Rektor Akhmad Sodiq Ditangkap
Rektor Unsoed Akhmad Sodiq dan dua wakil rektor terjaring OTT KPK ke-19 pada 2026. KPK masih memeriksa pihak yang ditangkap.
Tim SAR gabungan saat melakukan evakuasi korban Bukit Savana Sembalun Kabupaten Lombok Timur Provinsi NTB di Lombok Timur, Minggu (5/7/2026). ANTARA/HO-Humas SAR Mataram.
Harianjogja.com, LOMBOK TIMUR— Seorang pendaki bernama Hamzanwadi (38), warga Desa Rempung, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, meninggal dunia setelah mengalami hipotermia saat berada di Bukit Savana Dandaun, kawasan kaki Gunung Rinjani, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Korban sempat dievakuasi oleh tim SAR gabungan sebelum dinyatakan meninggal dunia di fasilitas kesehatan.
Proses evakuasi dilakukan setelah Kantor SAR Mataram menerima laporan pada Sabtu (4/7/2026) pukul 22.37 Wita. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim Rescue Pos SAR Kayangan langsung diberangkatkan menuju lokasi dengan membawa perlengkapan pendakian, peralatan medis, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Koordinator Pos SAR Kayangan, Darwis, mengatakan korban berhasil dijangkau dan dievakuasi dari Bukit Savana Dandaun pada Minggu dini hari sekitar pukul 00.50 Wita. Setelah proses evakuasi, korban segera dibawa ke Puskesmas Sembalun untuk mendapatkan penanganan medis.
"Korban kami evakuasi ke Puskesmas Sembalun untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga," kata Darwis di Lombok Timur, Minggu.
Darwis menambahkan, setelah korban berhasil dievakuasi dan jenazah diserahkan kepada pihak keluarga, operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup.
Sejumlah Unsur Terlibat dalam Operasi SAR
Operasi evakuasi melibatkan berbagai unsur, yakni tim Rescue Pos SAR Kayangan, Unit SAR Lombok Timur, Polsek Sembalun, Babinsa Sembalun, Damkarmat Lombok Timur, Pengelola Bukit Savana Dandaun, EMHC, Puskesmas Sembalun, masyarakat setempat, serta unsur terkait lainnya.
Darwis mengimbau masyarakat maupun wisatawan yang melakukan pendakian agar selalu memperhatikan kondisi kesehatan dan mempersiapkan diri sebelum beraktivitas di kawasan pegunungan untuk mengurangi risiko kejadian serupa.
"Kami mengimbau kepada masyarakat atau wisatawan yang melakukan pendakian agar tetap memperhatikan kesehatan, sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," katanya.
Saat merencanakan pendakian gunung, persiapan fisik merupakan fondasi utama yang tidak boleh diabaikan demi keselamatan dan kenyamanan selama di perjalanan. Medan gunung yang terjal, perubahan cuaca yang ekstrem, serta tipisnya kadar oksigen di ketinggian akan menguras energi dan menuntut daya tahan tubuh yang prima.
Oleh karena itu, sangat diimbau bagi para pendaki untuk melakukan latihan fisik secara rutin minimal dua hingga empat minggu sebelum keberangkatan, seperti olahraga kardio (joging, bersepeda, atau berenang) untuk memperkuat jantung dan paru-paru, serta latihan beban untuk memperkokoh otot kaki dan ketahanan tubuh.
Memaksakan diri mendaki tanpa persiapan fisik yang matang tidak hanya meningkatkan risiko cedera otot dan kelelahan ekstrem, tetapi juga memperbesar potensi terkena penyakit ketinggian (acute mountain sickness) yang berbahaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rektor Unsoed Akhmad Sodiq dan dua wakil rektor terjaring OTT KPK ke-19 pada 2026. KPK masih memeriksa pihak yang ditangkap.
Arsenal resmi mendatangkan Ezri Konsa dari Aston Villa dengan transfer permanen. Bek Inggris itu akan mengenakan nomor punggung 15.
Presale konser Andrea Bocelli Romanza dibuka BNI mulai 21 Agustus 2026. Ada diskon hingga 20% dan cicilan hingga 12 bulan.
Paus Leo memperingatkan AI tidak boleh mengurangi nilai kemanusiaan dan meminta pemimpin politik memastikan teknologi melayani kepentingan bersama.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menilai kini waktu tepat mengakhiri perang dengan AS saat Iran berada dalam posisi kuat dan bermartabat.
PBB menyebut wabah Ebola di RD Kongo menyebar cepat. Kasus mencapai 5.208 dengan 2.476 kematian, sementara kebutuhan dana terus meningkat.