Tujuh Tim Melaju ke Grand Final Potek Dance Fest 2026, Berebut Tiket ke Jepang
Tujuh tim dance terbaik siap bertarung di Grand Final Komix Herbal POTEK Dance Fest 2026 di Prambanan, Jogja, 30 Agustus.
Warga mengambil sisa-sisa bangunan yang masih bisa digunakan di lokasi terdampak pergerakan atau pencairan tanah (likuifaksi) di Balaroa Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (14/10/2018)./ANTARA FOTO-Yusran Uccang
Harianjogja.com, PALU - Pengamat komunikasi Universitas Tadulako Palu, Tarif Siara menyampaikan bahwa media berperan mengatasi kebuntuan informasi antara Pemerintah Kota Palu, bahkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, dengan masyarakat, khususnya penyintas bencana alam di daerah itu pada 28 September 2018.
"Menurut saya kurang tepat jika peran media dan buntunya komunikasi dengan pemerintah pascabencana, tapi peran media membantu mengatasi buntunya komunikasi pascabencana," katanya dalam diskusi bertajuk Libu Ntodea dengan tema Peran Media dan Buntunya Komunikasi Pasca Bencana di salah satu warung kopi di Kota Palu, Jumat (6/9/2019) malam.
Bencana alam berupa gempa bumi, tsunami dan likuifaksi melanda Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah pada 28 September 2019.
Ia mengatakan beberapa saat pascabencana setahun silam itu, jalur komunikasi antara masyarakat di daerah terdampak bencana dan pemerintah daerah putus total dan buntu.
Hingga beberapa hari, bahkan beberapa minggu pascabencana waktu itu, katanya, masyarakat sulit mendapat informasi dari pemda dan pemerintah pusat untuk mencari bantuan dan pertolongan.
Saat itulah, kata dia, peran media dibutuhkan, baik jurnalis dari media cetak dan elektronik seperti media daring, televisi, maupun radio.
"Media sosial juga menjadi faktor terpenting. Mereka bisa menjembatani aneka kepentingan, aneka kebencanaan, aneka kegalauan. dan apapun itu. Bahkan, jika dompet kita hilang bisa didapat di situ,"ucapnya.
Meski begitu, menurut Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu Yardin Hasan dalam kesempatan tersebut, masyarakat harus dapat memilah, manyaring, dan memilih informasi yang disebarluaskan lewat media sosial (medsos) agar tidak dirugikan dengan informasi tidak benar atau hoaks yang sebagian besar disebarluaskan lewat medsos.
Oleh itu, ia mengimbau Pemkot Palu dan Pemprov Sulteng menyediakan dan menyiapkan satu pusat informasi yang dapat diakses oleh seluruh jurnalis media cetak dan elektronik yang berisi informasi akurat mengenai penanganan kepada penyintas bencana yang disampaikan oleh pejabat berkompeten.
Hal itu perlu dilakukan, agar media cetak dan elektronik dapat menyajikan informasi yang dapat membantu para penyintas memperoleh hak-haknya dari pemerintah.
"Memberikan informasi kepada wartawan itu justru bentuk pelayanan kepada publik. Kalau kepala daerah. misal Wali Kota Palu Pak Hidayat, justru bagus informasi yang beliau berikan, tapi kalau informasi dari pejabat OPD-nya yang tidak bagus," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Tujuh tim dance terbaik siap bertarung di Grand Final Komix Herbal POTEK Dance Fest 2026 di Prambanan, Jogja, 30 Agustus.
Menkomdigi Meutya Hafid menerbitkan SE Nomor 4/2026. Operator seluler wajib melindungi sisa kuota dan memberi pilihan layanan kepada pelanggan
Banjir bandang Nepal menewaskan 616 orang, 2.301 terluka dan 2.500 masih hilang. Tim penyelamat terus mencari korban di perbatasan China
Labuan Bajo ditargetkan pulih dan makin tangguh pascagempa M7,7 melalui penguatan keselamatan, manajemen risiko, dan destinasi wisata darat
Luhut menyebut integrasi AI dalam E-Katalog dapat menghemat anggaran 20%-30% serta meningkatkan transparansi pengadaan pemerintah.
Festival Mustika Rasa resmi dibuka di Alun-Alun Selatan Jogja, Sabtu (29/8/2026). Festival kuliner yang melibatkan ratusan UMKM lokal ini membawa pesan tentang