Tujuh Tim Melaju ke Grand Final Potek Dance Fest 2026, Berebut Tiket ke Jepang

Newswire
Newswire Jum'at, 28 Agustus 2026 23:57 WIB
Tujuh Tim Melaju ke Grand Final Potek Dance Fest 2026, Berebut Tiket ke Jepang

Persiapan menjelang Grand Final Komix Herbal POTEK Dance Fest 2026 di kawasan Prambanan, Jogja, Jumat (28/8/2026). Ist

Harianjogja.com, JOGJA—Tujuh tim dance terbaik dari berbagai daerah di Indonesia bakal bertemu dalam Grand Final Komix Herbal POTEK Dance Fest 2026 di kawasan Prambanan, Jogja, Minggu (30/8/2026). Selain mengejar gelar juara, para finalis memperebutkan hadiah utama Rp50 juta serta kesempatan berangkat ke Jepang.

Kompetisi tersebut menjadi puncak perjalanan POTEK Dance Fest 2026 yang sebelumnya digelar melalui rangkaian submission, audisi, hingga enam semifinal regional di berbagai daerah. Tahun ini, kompetisi mengusung tema Modern with Indonesian Heritage yang mendorong para peserta memadukan dance modern dengan unsur budaya Indonesia.

Tujuh tim yang berhasil melaju ke babak final yakni InMotion Dance House dari Medan, ArteeZ dari Jabodetabek, Mystylez Crew dari Jawa Barat, Waackanizm dari Jawa Tengah, Sunkiss Dance Crew dari Jawa Timur, Zenith dari Sulawesi, serta A-Youngz dari Jabodetabek yang lolos melalui jalur Brand's Choice Wildcard.

Head of OTC, Women Health and Natural Wellness Category Kalbe Consumer Health, Andry Mahyudi, mengatakan POTEK Dance Fest tidak sekadar diarahkan sebagai kompetisi dance. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengajak anak muda membangun kebiasaan aktif melalui aktivitas yang mereka sukai.

Menurutnya, dance memiliki kedekatan dengan keseharian generasi muda, mulai dari musik, komunitas, ekspresi diri hingga budaya populer.

“Dance bukan hanya soal kompetisi atau kemampuan di atas panggung, tetapi juga tentang bergerak, berekspresi, bertemu komunitas, dan membangun kebiasaan aktif dengan cara yang menyenangkan,” ujar Andry, Jumat (28/8/2026)

15 Menit Dance Jadi Ajakan untuk Mulai Aktif

Semangat tersebut diterjemahkan melalui gerakan #DanceOnCoughOff dan konsep 15 Menit Dance. Durasi tersebut bukan dimaksudkan sebagai batas akhir aktivitas fisik, melainkan ajakan sederhana agar anak muda mulai menyediakan waktu untuk bergerak di tengah kesibukan sehari-hari.

Dokter olahraga dan health influencer dr. Ikhwan Zein, Sp.KO., Subsp.ALK (K), Ph.D., menjelaskan aktivitas fisik tidak harus selalu dimulai dari olahraga berat. Aktivitas yang menyenangkan dan sesuai minat justru dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kebiasaan aktif.

Dance, menurut dia, dapat menjadi salah satu bentuk aktivitas fisik yang melibatkan berbagai bagian tubuh. Jika dilakukan secara rutin dengan durasi dan intensitas sesuai kemampuan, dance juga dapat memberikan stimulus terhadap sistem kardiorespirasi yang melibatkan kerja jantung, paru, dan sirkulasi tubuh.

Konsep tersebut juga sejalan dengan rekomendasi World Health Organization (WHO). Untuk orang dewasa berusia 18–64 tahun, WHO merekomendasikan 150–300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang atau 75–150 menit aktivitas aerobik intensitas berat dalam sepekan, maupun kombinasi keduanya.

Pesan yang ingin dibangun POTEK Dance Fest adalah kebiasaan aktif tidak harus dimulai dari target besar. Anak muda dapat memilih aktivitas yang disukai, kemudian meningkatkan frekuensi, durasi, dan intensitasnya secara bertahap.

Bukan Sekadar Adu Gerakan

Selain mengedepankan aktivitas fisik, POTEK Dance Fest 2026 memberikan ruang bagi peserta untuk mengeksplorasi identitas dan budaya Indonesia.

Tema Modern with Indonesian Heritage membuat peserta ditantang menerjemahkan unsur budaya Indonesia ke dalam koreografi, musik, kostum, maupun ekspresi panggung tanpa kehilangan karakter dance modern.

Dengan konsep tersebut, penilaian tidak hanya berkutat pada tingkat kesulitan gerakan. Kreativitas, musikalitas, kekompakan, storytelling, teknik, serta kekuatan penampilan menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas karya para finalis.

Menariknya, babak final juga menghadirkan Ibuki, international dancer asal Jepang, sebagai International Judge. Kehadirannya memberikan perspektif internasional sekaligus menjadi kesempatan bagi para finalis untuk belajar dari dancer dan peserta lain.

Ibuki berharap para finalis berani mengeksplorasi ide, percaya pada identitas masing-masing, serta mampu memadukan dance modern dengan unsur budaya Indonesia.

Prambanan Jadi Panggung Penentuan

Grand Final di kawasan Prambanan menjadi titik temu perjalanan tujuh finalis yang sebelumnya melewati proses panjang. Mereka tidak hanya membawa nama komunitas, tetapi juga karakter daerah, referensi budaya, serta interpretasi masing-masing terhadap tema kompetisi.

Di panggung final, para tim akan diuji untuk menyatukan teknik, musikalitas, kekompakan, kreativitas, storytelling, dan kekuatan penampilan menjadi sebuah karya yang memiliki identitas.

Bagi penyelenggara, Grand Final Komix Herbal POTEK Dance Fest 2026 bukan sekadar menentukan pemenang. Ajang ini dirancang sebagai ruang bagi generasi muda untuk bergerak, berekspresi, membangun komunitas, sekaligus menunjukkan kreativitas melalui dance.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online