Kasus Internet Tak Berizin Mentawai, Menkomdigi Dorong Pembinaan
Menkomdigi Meutya Hafid menghormati proses hukum kasus internet tak berizin di Mentawai dan mendorong pendekatan pembinaan.
Petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di salah satu wilayah Kalimantan./Istimewa-Badan Komunikasi Pemerintah\r\n\r\n
Harianjogja.com, PALANGKA RAYA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), mencatat luas lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mencapai 428,46 hektare hingga 24 Agustus 2026.
Kebakaran tersebut terjadi di empat kecamatan selama periode 1 Juni hingga 24 Agustus 2026. Dari total 336 kejadian karhutla yang tercatat, Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, disusul Kecamatan Sebangau.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya Muhammad Heri Pauzi mengatakan penanganan terus dilakukan terhadap setiap laporan kebakaran yang masuk.
"Selama periode 1 Juni sampai 24 Agustus 2026 kami mencatat terjadi 336 karhutla (kebakaran hutan dan lahan) dengan total luas lahan terbakar mencapai 428,46 hektare. Kejadian terbanyak berada di Kecamatan Jekan Raya, diikuti wilayah Kecamatan Sebangau," katanya di Palangka Raya, Selasa (25/8/2026).
Jekan Raya Catat 229 Kejadian Karhutla
Data BPBD menunjukkan Jekan Raya menjadi wilayah dengan jumlah kejadian karhutla paling tinggi, yakni 229 kejadian. Kecamatan Sebangau berada di posisi berikutnya dengan 72 kejadian.
Sementara itu, Kecamatan Pahandut mencatat 25 kejadian dan Bukit Batu delapan kejadian. Adapun Kecamatan Rakumpit tercatat nihil kejadian.
Setiap laporan kebakaran yang diterima langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan personel dan peralatan pemadaman. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api meluas ke area lainnya.
"Penanganan kami lakukan secepat mungkin, terutama ketika kebakaran terjadi di kawasan lahan gambut yang memiliki potensi terbakar lebih besar dan sulit dipadamkan," ujarnya.
Heri menjelaskan karakteristik lahan gambut menjadi salah satu tantangan utama dalam pengendalian karhutla. Api dapat merambat sekaligus bertahan di bawah permukaan tanah sehingga penanganannya membutuhkan upaya secara menyeluruh.
Penanganan Libatkan Banyak Unsur
BPBD Kota Palangka Raya tidak bekerja sendiri dalam menangani karhutla. Penanganan dilakukan melalui kolaborasi dengan Manggala Agni, TNI, Polri, Dinas Kehutanan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), pemadam kebakaran, relawan, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta perangkat kecamatan dan kelurahan di wilayah terdampak.
Heri mengatakan sinergi lintas instansi tersebut diperlukan untuk mempercepat pengendalian kebakaran. Upaya yang dilakukan mencakup pemadaman darat, patroli terpadu, pemantauan kawasan rawan, hingga penyediaan sumber air di sejumlah lokasi.
Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya Hendrikus Satria Budi mengatakan langkah pencegahan dan kesiapsiagaan terus diperkuat seiring meningkatnya potensi karhutla pada musim kemarau.
Upaya pencegahan dilakukan melalui patroli rutin di kawasan rawan, sosialisasi kepada masyarakat, penyebarluasan informasi peringatan dini, serta pemetaan wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.
BPBD Usulkan 30 Mesin Pemadam Portabel
Untuk memperkuat kemampuan penanganan karhutla, BPBD Kota Palangka Raya juga telah mengusulkan bantuan 30 mesin pemadam portabel kepada pemerintah pusat.
Proposal bantuan tersebut telah disampaikan kepada Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni ketika melakukan kunjungan ke Kota Palangka Raya beberapa waktu lalu.
"Jika usulan kami nanti bisa direalisasikan, maka akan kami distribusikan ke relawan damkar," kata Budi.
Menurut Budi, mesin pemadam portabel dibutuhkan untuk memperkuat kemampuan relawan pemadam kebakaran, khususnya dalam menangani karhutla di lokasi yang sulit dijangkau armada pemadam berukuran besar.
Kebutuhan peremajaan juga muncul karena sejumlah mesin pemadam yang saat ini dimiliki relawan damkar sudah cukup tua. Kondisi tersebut membuat sebagian mesin tidak lagi bekerja secara optimal.
Status Tanggap Darurat Diperpanjang
Di tengah masih berlangsungnya kejadian karhutla, Pemkot Palangka Raya juga memperpanjang status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan.
Status tanggap darurat yang sebelumnya berakhir pada 10 Agustus kini diperpanjang hingga 8 September 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menkomdigi Meutya Hafid menghormati proses hukum kasus internet tak berizin di Mentawai dan mendorong pendekatan pembinaan.
Cara membatalkan langganan ChatGPT di web, iPhone, dan Android tanpa menghapus akun maupun riwayat percakapan.
Jadwal bola malam ini 25-26 Agustus 2026 menghadirkan Liga Champions, Al-Ettifaq vs Al-Nassr, serta Valencia vs Real Betis.
Sri Lanka gratiskan ETA turis bagi warga 40 negara termasuk Indonesia mulai 25 Mei 2026. Meski gratis, wisatawan tetap wajib mengurus ETA sebelum berangkat
Operasi udara TNI AU mempercepat pemadaman karhutla di Kalsel. Helikopter Caracal, Bell, Mi-17, Super Puma, dan UH dikerahkan.
KRI Gajah Mada dijadwalkan tampil perdana pada HUT ke-81 TNI Oktober 2026 sebagai unsur sailing pass dan kapal VVIP.