Ekspor Pupuk ke Australia Tembus Rp7 Triliun, RI Perkuat Pasar Global
Mentan Amran melepas ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun untuk memperkuat industri pupuk nasional dan pasar global.
Presiden RI terpilih Joko Widodo (Jokowi) bersama Prabowo Subianto berpelukan usai memberikan pernyataan pers saat menggelar pertemuan di Stasiun MRT Senayan, Jakarta, Sabtu (13/7/2019)./Suara.com-Arief Hermawan P
Harianjogja.com, JAKARTA--Langkah eks Capres Prabowo Subianto yang akhirnya bertemu dengan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) mendapat apresiasi dari Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean. Namun menurutnya Prabowo dinilai mengikuti jejak AHY.
Menurut Ferdinand, sikap Prabowo yang akhirnya bertemu dengan Jokowi tak jauh berbeda dengan pertemuan antara Ketua Komando Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Jokowi saat momen meninggalnya Ani Yudhoyono dan Idul Fitri beberapa waktu lalu.
"Anak muda ini menjadi contoh sikap politik yang baik dan negarawan. Sekarang @prabowo mengikuti langkah rekonsiliasi seperti ini," tulis Ferdinand melalui akun twitternya @Ferdinandhaean2, Minggu (14/7/2019).
Menurut Ferdinand, masing-masing pertemuan itu juga menimbulkan kekecewaan dari pendukung AHY dan Prabowo, namun yang lebih penting adalah persatuan bangsa.
"@AgusYudhoyono dulu dicaci, dan sy pernah berkata, biarlah Demokrat dicabik-cabik, asalkan bangsa ini utuh," katanya.
Diketahui, pertemuan antara Prabowo dan Jokowi pasca Pilpres 2019 akhirnya terjadi di Stasiun MRT Lebak Bulus pada Sabtu (13/7/2019). Keduanya lantas menumpangi kereta rel listrik ke Stasiun Senayan untuk bersantap siang di Sate Senayan, Mal FX Sudirman.
Pertemuan keduanya dianggap banyak orang sebagai simbolisasi persatuan Indonesia, setelah sempat terbelah pada masa kampanye serta pelaksanaan Pilpres 2019.
Namun, tak sedikit pula pendukung Prabowo yang masih belum bisa menerima tokoh kesayangannya bertemu Jokowi.
Di media-media sosial, sejumlah pendukung Prabowo yang kecewa lantas mengungkapkan perasaannya dengan mengucapkan kata-kata perpisahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Mentan Amran melepas ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun untuk memperkuat industri pupuk nasional dan pasar global.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.