Mayat Korban Tewas Bendungan Ambrol di Laos Ditemukan di Kamboja

Warga naik ke atap karena banjir setelah bendunan di Laos runtuh./ABC Laos News - Handout via REUTERS
31 Juli 2018 13:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, VIENTIANE-Sebanyak 11 orang dikonfirmasi tewas dan 120 orang lagi masih hilang setelah satu bendungan jebol sehingga menyulut banjir bandang di Laos Selatan pada Senin lalu, kata perwira Tentara Rakyat Laos pada Senin (30/7/2018).

Dua mayat ditemukan pada Senin, satu ditemukan di satu desa di daerah yang dilanda bencana dan satu lagi di Provinsi Kratie di bagian timur-laut Kamboja, kata Khamlieng Outhakaisone, Wakil Direktur Jenderal Departemen Staf Umum (GSD) di Tentara Rakyat Laos --yang juga adalah Komandan Operasi Pertolongan.

Jebolnya bendungan proyek pembangkit listrik tenaga air Xe Pian-Xe Nam Noy, yang mendapat penanaman modal dari perusahaan Korea Selatan, Thailand dan Laos, pada Senin lalu menyemburkan sebanyak lima miliar meter kubik air --yang menerjang 13 desa di Kabupaten Sanamxay, Provinsi Attapeu di Laos Selatan.

Khamlieng mengatakan Pemerintah Laos siang-malam masih melancarkan upaya untuk mencari orang yang hilang dan mereka akan berusaha menggunakan peralatan serta mesin untuk mempercepat upaya itu.

Ia juga berterima kasih kepada tim dari China, Thailand dan negara lain yang bergabung dalam upaya tersebut.

Pemerintah Laos pertama-tama mengatakan ada 131 orang yang hilang setelah bendungan itu jebol, dan Minaphone Saisomphu, Wakil Sekretaris Komite Partai di Provinsi Attapeu dan Wakil Komandan Operasi Pertolongan, sebelumnya mengatakan kepada Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa (31/7/2018) siang-- "hilang" di sini berarti orang tersebut hanyut diterjang banjir. Dan mereka menghitung jumlah korban berdasarkan laporan dari warga desa yang menyaksikan orang-orang itu hanyut dibawa air.

Dengan ditemukannya 11 mayat, jumlah orang yang hilang turun jadi 120.

Mengenai keterangan yang sebelumnya dikeluarkan oleh pihak Laos bahwa sebanyak 1.100 orang belum melapor ke pemerintah, Khamlieng mengatakan mereka memperoleh jumlah itu dengan mengumpulkan jumlah warga desa yang diselamatkan dari seluruh penduduk 13 desa yang terpengaruh.

"Hari ini, ada makin banyak warga desa yang datang untuk melapor dan sekarang jumlahnya turun jadi 765. Saya percaya mereka tidak dibawa oleh banjir dan cuma mereka belum melapor ke pemerintah," katanya.

Ia menambahkan mereka akan segera memperoleh jumlah yang lebih tepat.

Sumber : Antara