Advertisement
Ini yang Bikin PKS Yakin Jokowi Bakal Dikalahkan Prabowo di Pilpres 2019
Prabowo Subianto-Joko Widodo. Olah foto (nuc). - JIBI/doc
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA- Sejumlah survei yang mengunggulkan Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres 2019 rupanya tak meyakinkan PKS. Partai yang dekat dengan Gerindra ini yakin jagonya Prabowo Subianto bisa mengalahkan Jokowi.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yakin Prabowo Subianto bisa mengalahkan Joko Widodo di Pemilihan Presiden 2019 mendatang. PKS memang belum menjadi koalisi Prabowo, namun saat ini masih dalam penjajakan.
Advertisement
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan sampai saat ini banyak janji-janji Jokowi sebagai presiden yang belum ditunaikan. Itu satu alasan dia yakin Jokowi akan kalah.
"Pertama, ada banyak janjinya yang belum ditunaikan, misalnya target pertumbuhan ekonomi tujuh persen dan ada sebagian janji dilanggar seperti [menteri] tak rangkap jabatan," kata Mardani saat dihubungi, Jumat (20/ 4/2018).
BACA JUGA
Keyakinan kedua Jokowi bakal kalah, adanya isu gerakan #2019gantiPresiden yang sudah masif. Meski gerakan itu hanya sebatas di sosial media.
"#2019 ganti presiden bukan hanya gerakan sosmed, tapi ini juga social movement di masyarakat. Kaos, pin, topi, selfie di tempat penanda kota atau ikon kota," ujar Mardani.
Alasan ketiga, masyarakat merasa hidup di era pemerintahan Jokowi semakin berat. Hal itu dikarenakan harga Bahan Bakar Minyak, tarif dasar listrik, harga sembako hingga biaya pendidikan meningkat tinggi.
"Jadi ini ada gerakan diam-diam di masyarakat yang telah siap memberi keputusan dahsyat di 17 April 2019 [ganti presiden]," kata Mardani.
Lembaga Survei Cyrus Network, merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas calon presiden 2019 mendatang. Hasilnya, Presiden Joko Widodo berada di urutan elektabilitas paling tinggi, yakni 58,5%. Sedangkan di bawahnya, yaitu Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto, yaitu 21,8%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Suara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
- Atraksi Naik Gajah Dilarang, Warga Diminta Melapor
- Kemensos Benahi PBI BPJS Kesehatan, 54 Juta Warga Belum Terdaftar
- Survei Indikator: TNI Jadi Lembaga Paling Dipercaya Januari 2026
- Pandji Dijadwalkan Jalani Peradilan Adat Toraja 10 Februari 2026
Advertisement
Gempa Pacitan dan Bantul, BMKG Minta Publik Tak Berspekulasi
Advertisement
Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
Advertisement
Berita Populer
- Harga Pangan Turun, Cabai Rawit dan Bawang Merah Ikut Melandai
- Lonjakan Bimbel di Jogja Jelang TKA dan ASPD Jadi Sorotan
- Harga BBM Februari 2026 Turun Serentak di SPBU Pertamina hingga Vivo
- Danantara Suntik Rp20 Triliun untuk Hilirisasi Ayam Dukung MBG
- Kecelakaan Beruntun di Kano Nigeria, 30 Orang Tewas
- Survei BI: Optimisme Konsumen Menguat Awal 2026
- Top Ten News Harianjogja.com Senin 9 Februari 2026
Advertisement
Advertisement



