Advertisement
Hadiri Muscab, Mardiono Sambut Kader Parpol Lain Gabung ke PPP
Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Peta politik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami pergeseran signifikan menyusul pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Serentak Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang digelar di Kulonprogo, Sabtu (25/4/2026).
Momentum konsolidasi internal ini ditandai dengan migrasi besar-besaran sejumlah tokoh kunci dari partai lain ke dalam partai berlambang Kakbah tersebut. Oleh karena itu partai ini optimistis akan memperoleh hasil besar di 2029 mendatang.
Advertisement
Arus bergabungnya kader baru ini tidak main-main. Sejumlah gerbong yang merapat diketahui merupakan mantan pengurus inti serta tokoh berpengalaman dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Ummat.
Kehadiran mereka membawa misi besar untuk mendongkrak perolehan kursi legislatif, bahkan secara berani mematok target pembentukan satu fraksi utuh di masing-masing DPRD di wilayah DIY pada pemilu mendatang.
BACA JUGA
Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono, memandang fenomena eksodus kader lintas partai ini sebagai sebuah dinamika politik yang sehat sekaligus cermin menguatnya kembali kepercayaan publik terhadap PPP.
Ia menilai masuknya tokoh-tokoh yang memiliki basis massa kuat di akar rumput akan menjadi energi baru dalam mesin pemenangan partai.
“Tentunya dalam berdemokrasi, fenomena perpindahan kader [dari satu partai ke partai lain] merupakanhal yang biasa. Ada yang keluar, tetapi juga ada yang masuk. Yang terpenting adalah bagaimana kita memperkuat soliditas dan membangun perjuangan bersama untuk kepentingan rakyat,” tegas Mardiono.
Meski menyambut hangat kehadiran para tokoh tersebut, Mardiono memberikan catatan penting mengenai tata kelola organisasi. Ia menjamin PPP akan tetap menjaga kualitas internal dengan menerapkan sistem pengkaderan yang ketat dan berjenjang bagi setiap anggota baru. Hal ini dimaksudkan agar integrasi kekuatan luar dengan struktur internal lama dapat berjalan harmonis tanpa merusak ritme organisasi.
“Kami di PPP bukan partai yang eksklusif. Sehingga kami membuka diri untuk seluruh kalangan dan kelompok masyarakat, tetapi di internal tentu tetap ada mekanisme kaderisasi yang harus dilalui agar organisasi tetap berjalan dengan baik,” tambahnya.
Melalui Muscab serentak ini, Mardiono berharap DIY kembali menjadi lumbung suara strategis bagi PPP. Dengan kombinasi antara pembenahan internal dan suntikan kekuatan dari tokoh-tokoh eksternal berpengalaman, ia optimis PPP mampu memperluas peran politiknya secara signifikan di Bumi Mataram dan meningkatkan raihan suara dibandingkan periode sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Darurat Kecelakaan di Sleman, Layanan PSC 119 Tangani 1.228 Kasus
Advertisement
Pesawat Terbakar Saat Lepas Landas, 232 Penumpang Dievakuasi
Advertisement
Berita Populer
- Tantangan Sekolah Rakyat Teratasi, Pembelajaran Dinilai Makin Stabil
- Akademisi UGM: Program Magang Nasional Bantu Tekan Pengangguran
- Viral Balik Nama Tanah Warisan Kena Pajak? DJP Tegaskan Tak Ada PPh
- Perlintasan KA di Jogja Rawan, Aulia Reza Dorong Keselamatan Kolektif
- Sam Altman Minta Maaf, Kasus Penembakan Kanada Seret OpenAI
- Eks Pekerja Sritex Desak Pemerintah Ambil Alih Pabrik Jadi BUMN
- Pemerintah Keluarkan PMK 24/2026, Harga Tiket Pesawat jadi Lebih Murah
Advertisement
Advertisement






