KPK Telusuri Komunikasi Silmy Karim dengan Bos Kampung Rusia Bali
KPK mendalami komunikasi Silmy Karim dengan Andrej Frey dalam penyidikan kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA senilai Rp145,5 miliar.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2026). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/tom.
Harianjogja.com, JAKARTA — Wacana mengenai kemungkinan penyatuan antara Partai Gerindra dan Partai NasDem dipastikan tidak berdasar. Kedua partai politik tersebut menegaskan tidak pernah ada pembahasan terkait rencana merger maupun fusi sebagaimana isu yang sempat beredar.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa pihaknya justru terkejut dengan kabar tersebut. Ia menyebut tidak ada komunikasi internal maupun eksternal yang mengarah pada penyatuan dua partai tersebut.
Menurut Dasco, informasi yang beredar tidak memiliki sumber yang jelas dan cenderung menimbulkan spekulasi di ruang publik. Ia pun menilai klarifikasi dari pihak NasDem sudah cukup untuk menjawab isu tersebut.
“Tidak pernah ada pembicaraan terkait hal itu. Kami juga bingung isu ini muncul dari mana,” ujarnya di kompleks parlemen, Selasa (21/4/2026).
Dari kubu NasDem, pernyataan serupa juga disampaikan. Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, menegaskan bahwa partainya tidak sedang membahas rencana merger dengan partai mana pun. Saat ini, fokus utama NasDem adalah memperkuat soliditas internal partai.
Konsolidasi tersebut mencakup pembenahan struktur organisasi hingga ke tingkat daerah serta penguatan mesin politik untuk menghadapi agenda politik mendatang.
Sementara itu, Ketua DPP NasDem Willy Aditya memberikan perspektif lain terkait dinamika politik antarpartai. Ia menyebut bahwa Ketua Umum NasDem Surya Paloh lebih mendorong konsep kerja sama dalam bentuk political bloc atau blok politik.
Konsep ini dinilai lebih relevan dalam konteks politik saat ini karena memungkinkan partai-partai untuk berkolaborasi tanpa harus melebur menjadi satu entitas baru. Dengan pendekatan tersebut, masing-masing partai tetap dapat menjaga identitas dan basis dukungannya.
Pengamat menilai, isu merger antarpartai kerap muncul menjelang momentum politik sebagai bagian dari dinamika komunikasi politik. Namun, tanpa adanya pernyataan resmi atau langkah konkret, isu tersebut cenderung bersifat spekulatif.
Dengan adanya klarifikasi dari kedua belah pihak, dapat dipastikan bahwa tidak ada rencana penyatuan antara Partai Gerindra dan Partai NasDem dalam waktu dekat. Kedua partai tetap fokus menjalankan agenda politik masing-masing, termasuk memperkuat struktur dan memperluas basis dukungan di tingkat nasional maupun daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK mendalami komunikasi Silmy Karim dengan Andrej Frey dalam penyidikan kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA senilai Rp145,5 miliar.
Pembangunan gedung baru DPRD DIY mencapai progres 78,5 persen hingga Juni 2026, melampaui target. Pekerjaan kini difokuskan pada interior dan mebelair.
Rupiah ditutup menguat 170 poin ke level Rp18.000 per dolar AS setelah Bank Indonesia menaikkan BI Rate menjadi 5,5 persen untuk menjaga stabilitas kurs.
DLH Bantul mencatat tingkat kepatuhan pemilahan sampah mencapai 90%-95%. Sampah organik kini dimanfaatkan menjadi pupuk untuk penghijauan, pertanian.
Ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani membuka langkah positif di Australian Open 2026 setelah menyingkirkan pasangan Singapura D
Jadwal bola malam ini 9-10 Juni 2026 menghadirkan Timnas Indonesia vs Mozambik, Timnas Putri Indonesia vs Kamboja, hingga Belanda vs Uzbekistan.