Venezuela Konfirmasi 3 Kematian akibat Hantavirus di Anzoategui
Venezuela mengonfirmasi tiga kematian akibat hantavirus di Anzoategui. Pemerintah menyatakan belum ada bukti penularan virus antarmanusia.
Foto ilustrasi Iran vs Amerika Serikat. - Freepik
Harianjogja.com, TEHERAN—Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah blokade laut di Selat Hormuz diberlakukan di tengah situasi gencatan senjata yang belum stabil.
Langkah ini memicu kekhawatiran baru karena berpotensi menggagalkan upaya meredakan konflik yang sebelumnya sempat dinegosiasikan kedua negara.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menilai blokade tersebut sebagai tindakan provokatif yang melanggar hukum internasional dan berisiko mengganggu gencatan senjata.
“Blokade Selat Hormuz adalah langkah provokatif… dan dapat menyebabkan terganggunya gencatan senjata,” ujarnya.
Ia menegaskan Iran siap mengambil langkah lanjutan jika situasi terus memanas.
Jalur Energi Dunia Ikut Terdampak
Blokade diberlakukan sejak 13 April 2026 oleh militer Amerika Serikat terhadap kapal yang menuju dan keluar dari pelabuhan Iran.
Wilayah Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Meski demikian, kapal non-Iran masih diperbolehkan melintas selama tidak terkait dengan pelabuhan Iran.
Kondisi ini tetap menimbulkan ketidakpastian karena sebagian kapal memilih menghindari jalur tersebut demi alasan keamanan.
Ketegangan di jalur energi global ini bahkan menuai kekhawatiran internasional karena berpotensi mengganggu pasokan minyak dan stabilitas ekonomi dunia.
Konflik dan Negosiasi yang Mandek
Blokade terjadi setelah perundingan antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad gagal mencapai kesepakatan.
Sebelumnya, konflik memanas sejak serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026, yang kemudian dibalas oleh Teheran dengan serangan ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di kawasan.
Upaya gencatan senjata sempat dibahas, namun belum menghasilkan kesepakatan yang kuat.
Situasi ini membuat jalur diplomasi masih terbuka, tetapi dibayangi ketidakpastian akibat langkah militer yang terus berlangsung.
Di sisi lain, Iran juga menunggu perkembangan komunikasi melalui mediator internasional sebelum menentukan langkah perundingan berikutnya.
Ketegangan di Selat Hormuz kini menjadi titik krusial yang tidak hanya menentukan arah konflik Iran-AS, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas energi global dalam jangka pendek.
Di sisi lain, dampak blokade tidak hanya bersifat politik dan militer, tetapi juga mengancam stabilitas energi global.
Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa gangguan di Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama distribusi minyak dan gas dari Teluk Persia,dapat memicu krisis pasokan global.
Aktivitas ekspor dan produksi energi di kawasan turut terdampak, sementara pembatasan lalu lintas kapal di sekitar pelabuhan Iran memperbesar ketidakpastian pasar energi dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Venezuela mengonfirmasi tiga kematian akibat hantavirus di Anzoategui. Pemerintah menyatakan belum ada bukti penularan virus antarmanusia.
Yuliantono resmi memimpin Karang Taruna Kota Jogja periode 2026-2031 usai menerima SK dari Pengurus Nasional melalui Wamensos.
Bantul Creative Expo 2026 menargetkan omzet Rp2,367 miliar dan 110.000 pengunjung selama 1-9 Agustus di Stadion Sultan Agung Bantul.
Petani tembakau Temanggung meminta perlindungan DPR terkait rancangan aturan kadar nikotin dan tar yang dinilai berdampak pada usaha mereka.
Pemkab Sleman menggelar sosialisasi antikorupsi untuk memperkuat integritas ASN dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih.
Komjak RI memantau langsung pemeriksaan tersangka dan saksi dalam perkara dugaan korupsi dan TPPU Febrie Adriansyah di Kejagung.