Danantara Bidik Investasi Rp1.200 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 2027
Danantara menyiapkan desain investasi 2026-2027 untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027.
Candi Borobudur - Freepik
Harianjogja.com, MAGELANG—Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga dan melestarikan Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia yang memiliki nilai sejarah, spiritual, dan peradaban yang sangat penting bagi Indonesia maupun masyarakat internasional.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, saat menghadiri rangkaian perayaan Hari Raya Waisak Nasional 2570 BE/2026 di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang. Dalam kesempatan itu, Kementerian Kebudayaan juga memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan seluruh agenda Waisak Nasional tahun ini.
Menurut Fadli Zon, Candi Borobudur tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah dan destinasi spiritual bagi umat Buddha, tetapi juga menjadi simbol perjalanan batin manusia dalam mencari pencerahan serta refleksi nilai-nilai kemanusiaan yang universal.
"Merawat Borobudur adalah merawat ingatan peradaban dan kita berkomitmen untuk terus melakukannya dengan sepenuh tanggung jawab bagi generasi yang akan datang," kata Fadli Zon dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin (1/6/2026).
Fadli menjelaskan Kementerian Kebudayaan berperan aktif mendukung penyelenggaraan Hari Raya Waisak Nasional 2570 BE/2026. Bahkan, kementerian tersebut juga menjadi salah satu pelindung dalam struktur kepanitiaan nasional perayaan Waisak tahun ini.
Saat menghadiri kegiatan Dharmasanti Tri Suci Waisak Nasional 2570 BE/2026 di Taman Lumbini, kawasan Candi Borobudur, Minggu (31/5/2026), Fadli menegaskan bahwa Waisak merupakan momentum penting yang diperingati umat Buddha di berbagai negara di dunia.
Ia menilai tema Waisak tahun ini, yakni “Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan” dengan subtema “Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia”, memiliki makna yang sangat relevan dalam kehidupan masyarakat modern yang majemuk.
Melalui kegiatan Dharmasanti, umat diajak memperkuat nilai-nilai persaudaraan, meningkatkan toleransi antarumat beragama, serta meneguhkan semangat perdamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kementerian Kebudayaan berharap seluruh rangkaian Waisak Nasional 2026 dapat menjadi sarana memperkuat harmoni sosial, mempererat hubungan antarumat beragama, sekaligus menegaskan peran penting warisan budaya Indonesia sebagai ruang spiritual, kebudayaan, dan perdamaian dunia.
Sementara itu, Ketua Panitia Waisak Nasional 2026, Hartati Murdaya, menyampaikan bahwa kegiatan Dharmasanti diselenggarakan untuk memperkuat pengamalan Dharma dalam kehidupan sehari-hari, mempererat persatuan bangsa, serta menghadirkan kedamaian bagi masyarakat Indonesia.
Dalam laporannya, Hartati juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan atas dukungan yang diberikan terhadap pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan Waisak Nasional di kawasan Candi Borobudur.
"Kami menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Menteri Kebudayaan atas dukungan dan semangat yang diberikan dalam mendukung pelaksanaan ibadah umat Buddha di kawasan budaya Candi Borobudur," ujar Hartati Murdaya.
Selain menyoroti pelaksanaan Waisak di Borobudur, Hartati turut mengingatkan pentingnya pelestarian kawasan percandian Muaro Jambi yang memiliki nilai sejarah besar dalam perkembangan agama Buddha di Nusantara.
Kawasan percandian Muaro Jambi diketahui pernah menjadi salah satu pusat pembelajaran agama Buddha pada masa Kerajaan Sriwijaya sekitar abad ke-7 hingga abad ke-13. Lokasi tersebut juga dikenal sebagai tempat Biksu besar asal India, Atisha Dipangkara, mendalami ajaran Buddha kepada Mahaguru Dharmakirti, yang menjadikannya salah satu situs penting dalam sejarah perkembangan Buddhisme di Asia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Danantara menyiapkan desain investasi 2026-2027 untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027.
Jadwal KRL Jogja-Solo 1 September 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, termasuk waktu keberangkatan di 13 stasiun.
Jadwal KRL Palur-Jogja Selasa 1 September 2026 tersedia dalam 15 perjalanan, dengan keberangkatan dari Palur mulai 05.00 hingga 20.42 WIB.
Trans Jogja disiapkan terintegrasi dengan Grab untuk mengatasi akses halte dan memperkuat konektivitas first mile-last mile.
Jogja Inspira #01 hadir di Ndalem Poenokawan dengan kolaborasi musik, puisi dan sketsa, memperkuat Jogja sebagai episentrum kreativitas seni.
Korban bencana di Nepal utara mencapai 951 orang. Sekitar 590 warga negara asing dari 39 negara masih dinyatakan hilang.