Harga Telur Anjlok, BGN Wajibkan SPPG Beli Langsung dari Peternak

Newswire
Newswire Senin, 01 Juni 2026 18:47 WIB
Harga Telur Anjlok, BGN Wajibkan SPPG Beli Langsung dari Peternak

Foto ilustrasi dapur Makan Bergizi Gratis, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, MAGETAN— Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas untuk mengatasi anjloknya harga telur ayam ras di tingkat peternak di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), khususnya di Magetan, kini diwajibkan membeli telur langsung dari peternak guna membantu memperbaiki harga jual yang terus tertekan.

Instruksi tersebut disampaikan Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, saat menghadiri kegiatan "Sinergi Ekonomi Kerakyatan, Strategi Pemberdayaan Peternak dan UMKM dalam Mendukung Makan Bergizi Gratis" di Magetan, Senin (1/6/2026).

"Mulai hari ini, saya instruksikan seluruh SPPG, khususnya di Magetan, untuk membeli telur ayam langsung ke peternak. Kalau tidak, dapurnya daya suspend," ujar Nanik.

Menurut dia, kebijakan tersebut diambil karena terjadi ketimpangan harga antara tingkat peternak dan pasar. Meski harga telur di pasar mengalami kenaikan, harga yang diterima peternak justru tidak bergerak sehingga menyebabkan kerugian.

"Hal ini karena di tingkat pasar harganya naik, tapi di tingkat peternakan tidak naik, sehingga peternak rugi," katanya.

Berdasarkan data yang dipaparkan, harga telur ayam ras di tingkat peternak Magetan saat ini berada di kisaran Rp22.000 per kilogram. Padahal, harga minimal agar peternak dapat mencapai titik impas atau balik modal berada di angka Rp24.000 per kilogram. Di sisi lain, harga telur di tingkat konsumen sudah mencapai sekitar Rp25.000 hingga Rp27.000 per kilogram.

Melihat kondisi tersebut, BGN meminta SPPG yang memasok kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak lagi bergantung pada pemasok atau supplier untuk pengadaan telur. Sebaliknya, pembelian harus dilakukan secara langsung kepada peternak agar nilai ekonomi yang diterima mereka lebih baik.

Langkah itu juga diharapkan dapat membantu peternak ayam petelur yang dalam sebulan terakhir mengalami tekanan akibat harga jual yang terus berada di bawah biaya produksi.

BGN memberikan tenggat waktu sekitar dua pekan kepada seluruh kepala SPPG untuk mendorong harga telur kembali ke level ekonomis melalui mekanisme pembelian langsung dari peternak.

Dalam kunjungan kerjanya di Magetan, Nanik tidak hanya menyampaikan instruksi kepada SPPG. Ia juga menyaksikan penandatanganan kerja sama antara kepala SPPG dan sejumlah pemasok dari kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), meninjau harga komoditas sayuran di Pasar Plaosan, serta mengunjungi sentra peternakan ayam petelur di wilayah Plaosan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Magetan Nanik Endang, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Magetan, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah terkait yang ikut mendukung penguatan sinergi antara peternak, UMKM, dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online