Advertisement

Prancis Tahan Kapal Induk di Mediterania, Tak Kirim ke Hormuz

Newswire
Minggu, 15 Maret 2026 - 18:47 WIB
Abdul Hamied Razak
Prancis Tahan Kapal Induk di Mediterania, Tak Kirim ke Hormuz Ilustrasi kapal perang Prancis (Freepik)

Advertisement

Harianjogja.com, MOSKOW—Pemerintah Prancis memastikan kapal induk andalannya, Charles de Gaulle, tetap ditempatkan di kawasan Mediterania Timur meskipun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meminta sejumlah negara mengirim kapal perang untuk menjaga keamanan di Selat Hormuz.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Prancis pada Minggu (15/3/2026), yang menegaskan bahwa posisi Paris terhadap situasi keamanan di Timur Tengah tidak mengalami perubahan.

Advertisement

Pada Sabtu sebelumnya, Trump menyerukan kepada sejumlah negara, termasuk China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris untuk mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz guna memastikan keamanan jalur pelayaran tersebut.

Namun, pemerintah Prancis menegaskan kebijakan militernya di kawasan Timur Tengah tetap bersifat defensif dan tidak berubah meskipun situasi regional memanas.

Sebelumnya, pada Kamis, Menteri Pertahanan Prancis, Catherine Vautrin, juga menyampaikan bahwa pemerintah Prancis tidak memiliki rencana mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz di tengah meningkatnya eskalasi di kawasan tersebut.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah pada 28 Februari 2026 Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan serta korban sipil di wilayah Iran.

Sebagai respons, Iran kemudian melancarkan serangan balasan yang menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Eskalasi konflik di sekitar Iran juga memicu blokade de facto di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi rute utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara kawasan Teluk Persia menuju pasar global.

Situasi tersebut turut memengaruhi tingkat ekspor serta produksi minyak di kawasan tersebut dan memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dunia di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Gubernur Banten Lepas 1.570 Pemudik IKG Menuju Gunungkidul

Gubernur Banten Lepas 1.570 Pemudik IKG Menuju Gunungkidul

Gunungkidul
| Minggu, 15 Maret 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Batagor Yunus Bandung Jadi Buruan Pemudik Saat Lebaran

Batagor Yunus Bandung Jadi Buruan Pemudik Saat Lebaran

Wisata
| Minggu, 15 Maret 2026, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement