Advertisement
AS Tarik 2.000 Marinir dari Jepang, Perkuat Serangan Lawan Iran
Foto ilustrasi serangan udara, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Advertisement
Harianjogja.com, TOKYO—Amerika Serikat mulai mengalihkan kekuatan militernya dari kawasan Indo-Pasifik ke Timur Tengah seiring meningkatnya konflik Iran-AS-Israel. Langkah ini ditandai dengan pemindahan kapal perang serta ribuan Marinir dari Jepang menuju wilayah konflik yang semakin memanas.
Media Amerika Serikat melaporkan militer AS memindahkan setidaknya satu kapal serbu amfibi dan lebih dari 2.000 personel Marinir dari Jepang untuk memperkuat operasi militer di Timur Tengah. Kebijakan ini diambil ketika perang Iran AS Israel memasuki minggu ketiga.
Advertisement
Menurut laporan Fox News, kapal serbu amfibi USS Tripoli yang bermarkas di Sasebo di Prefektur Nagasaki di barat daya Jepang diperkirakan dapat tiba di kawasan Timur Tengah dalam waktu satu hingga dua minggu.
USS Tripoli bersama dua kapal perang lainnya membentuk Kelompok Siap Amfibi Marinir yang menjadi bagian penting dari operasi militer Amerika Serikat.
BACA JUGA
Seiring meningkatnya eskalasi konflik Iran AS Israel, militer AS juga mengirimkan Unit Ekspedisi Marinir ke-31 yang berbasis di Okinawa menuju kawasan Timur Tengah.
Langkah ini secara langsung mengurangi jumlah pasukan Amerika Serikat yang sebelumnya ditempatkan di kawasan Indo-Pasifik.
Pemindahan kekuatan militer tersebut juga terjadi ketika Iran meningkatkan serangan di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak mentah dunia.
Sejumlah media internasional seperti Washington Post dan media Korea Selatan sebelumnya melaporkan bahwa militer AS juga mempertimbangkan pemindahan sebagian sistem pertahanan rudal dari Korea Selatan ke Timur Tengah. Sistem tersebut awalnya disiapkan untuk menghadapi ancaman Korea Utara.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa kapal USS Tripoli yang dilengkapi jet tempur F-35 serta satu kapal perang lain dari kelompok yang sama telah diperintahkan menuju kawasan Teluk Persia.
Pengalihan aset militer Amerika Serikat dari Indo-Pasifik ke Timur Tengah ini memicu kekhawatiran keamanan di kalangan sekutu Washington di kawasan Asia.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat menyatakan pengerahan pasukan tersebut akan berlangsung selama diperlukan.
"(Pengerahan) ini akan berlangsung selama diperlukan," kata Trump kepada wartawan ketika ditanya berapa lama konflik dengan Iran diperkirakan berlangsung.
Trump juga menyampaikan melalui media sosial bahwa militer AS telah menghancurkan sejumlah target militer di Pulau Kharg di Iran yang menjadi pusat penanganan ekspor minyak mentah negara tersebut.
"Saya telah memilih untuk TIDAK menghancurkan infrastruktur minyak di pulau itu. Namun, jika Iran, atau siapa pun, melakukan sesuatu untuk mengganggu jalur pelayaran kapal yang bebas dan aman melalui Selat Hormuz, saya akan segera mempertimbangkan kembali keputusan ini," tulisnya.
Di tengah lonjakan harga minyak global, pemerintahan Trump juga mengemukakan rencana penggunaan kapal Angkatan Laut Amerika Serikat untuk mengawal kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.
Langkah pengawalan tersebut dimaksudkan untuk melindungi jalur pelayaran internasional dari potensi serangan selama konflik Iran AS Israel berlangsung.
Saat berbicara kepada pers sebelum berangkat menuju Florida, Trump mengatakan bahwa rencana pengawalan kapal di jalur strategis tersebut kemungkinan akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tips Mudik Aman 2026, Gunakan Layanan 110 Jika Ada Gangguan
- Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Bappenas Ingatkan Risiko Serius
- Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Dinilai Ancam Demokrasi
- Terminal Jatijajar Prediksi Puncak Arus Mudik 18 Maret 2026
- Komisi III DPR Kecam Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS
Advertisement
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Padati Pelabuhan Bakauheni
- Antrean 350 Meter di GT Purwomartani, Arus Dialihkan ke Prambanan
- Lonjakan Penumpang YIA Jelang Lebaran 2026 Picu Extra Flight
- Trump: Mojtaba Khamenei Diduga Masih Hidup Meski Terluka
- Dishub DIY Prediksi Puncak Mudik Lebaran 2026 Terjadi Dua Gelombang
- Kapolri Beri Atensi Khusus Kasus Air Keras Aktivis KontraS
- 208 Dapur MBG DIY Dihentikan, SLHS Jadi Syarat Operasional
Advertisement
Advertisement







