Survei: Kepercayaan Publik kepada Prabowo-Gibran Turun 16,7 Poin
Survei Poltracking mencatat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran turun dari 81,5 persen pada Oktober 2025 menjadi 64,8 persen pada Oktober 20
Foto ilustrasi topan. - Antara
Harianjogja.com, TOKYO — Jepang kembali diterjang cuaca ekstrem. Topan Chanmi memicu evakuasi besar-besaran di wilayah selatan negara tersebut, dengan lebih dari 200.000 warga di Kota Kagoshima diperintahkan meninggalkan rumah demi keselamatan, Selasa (2/6/2026).
Badan meteorologi setempat menaikkan status kewaspadaan ke level 4 dari skala 5, yang berarti warga diminta segera mengungsi sebelum kondisi memburuk. Level ini menandakan risiko tinggi terhadap keselamatan, meskipun belum mencapai tahap darurat penuh.
Topan Chanmi bergerak dari wilayah selatan Okinawa menuju timur laut Jepang. Dampaknya mulai terasa dengan laporan puluhan korban luka ringan serta gangguan listrik yang meluas.
Media nasional Jepang melaporkan sedikitnya 16 orang mengalami luka-luka akibat terpaan angin kencang dan hujan deras. Sementara itu, hampir 50.000 rumah di wilayah terdampak dilaporkan kehilangan aliran listrik.
Kondisi ini memicu kekhawatiran akan meluasnya dampak topan ke wilayah lain. Pulau Shikoku diperkirakan akan menjadi wilayah berikutnya yang terdampak, disusul pesisir timur Pulau Honshu, termasuk kawasan padat penduduk.
Secara meteorologis, Topan Chanmi tergolong cukup kuat. Tekanan udara di pusat badai tercatat sekitar 975 hektopascal, dengan kecepatan angin mencapai 48,5 knot atau sekitar 90 kilometer per jam. Hembusan angin maksimum bahkan dilaporkan mencapai hampir 68 knot atau lebih dari 125 kilometer per jam.
Kecepatan angin tersebut berpotensi menimbulkan kerusakan pada bangunan, pohon tumbang, hingga gangguan transportasi darat dan udara. Hujan lebat yang menyertai topan juga meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah rawan.
Pemerintah Jepang terus mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan evakuasi dan tidak menunda meninggalkan lokasi berbahaya. Tempat-tempat pengungsian telah disiapkan, lengkap dengan fasilitas darurat untuk menampung warga terdampak.
Selain itu, otoritas juga memperingatkan potensi gangguan lanjutan, termasuk pemadaman listrik tambahan dan gangguan jaringan transportasi, seiring pergerakan topan yang masih aktif.
Fenomena topan seperti Chanmi merupakan kejadian rutin di kawasan Asia Timur, terutama saat musim panas hingga awal gugur. Namun, intensitas yang semakin kuat dalam beberapa tahun terakhir sering dikaitkan dengan perubahan iklim global yang meningkatkan suhu permukaan laut.
Dengan kondisi yang masih dinamis, masyarakat diminta tetap waspada dan memantau perkembangan cuaca terkini. Evakuasi dini dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama untuk meminimalkan korban jiwa dan kerugian yang lebih besar.
Topan Chanmi diperkirakan masih akan terus bergerak dalam beberapa hari ke depan, sehingga potensi dampaknya masih bisa meluas ke wilayah lain di Jepang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Survei Poltracking mencatat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran turun dari 81,5 persen pada Oktober 2025 menjadi 64,8 persen pada Oktober 20
Pemerintah mengombinasikan modifikasi cuaca, dry ice, dan NaCl untuk menangani karhutla. Simak hasil operasi di Sumatra dan Kalimantan.
Polda DIY menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional di Malioboro, Abu Bakar Ali, dan Titik Nol Kilometer untuk mengantisipasi kemacetan akibat aksi mahasiswa.
KT Laras Asri di Warungboto, Jogja, mengandalkan selada hidroponik di tengah keterbatasan lahan dan meraih Juara II lomba tingkat DIY.
Polda DIY menyiapkan pengamanan berlapis untuk lima agenda penyampaian aspirasi mahasiswa pada Selasa (20/10/2026) di sejumlah titik.
Mahasiswa dari HMI, UGM, dan UII menggelar aksi di DPRD DIY, menuntut evaluasi MBG, KDMP, penanganan karhutla, hingga pelanggaran HAM.