Pembangunan Jalan Kompleks Yudikatif IKN Capai 19,35 Persen
Progres pembangunan Jalan Kompleks Yudikatif IKN mencapai 19,35 persen, melampaui target dan ditopang berbagai inovasi konstruksi dari WIKA.
Foto ini, yang diambil dengan telepon seluler, menunjukkan kapal-kapal dagang yang terdampar di perairan Selat Hormuz, dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, 29 Mei 2026. Xinhua/Wen Xinnian.
Harianjogja.com, TEHERAN— Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Iran menegaskan kontrol penuh atas salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia, Selat Hormuz. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Komando Markas Pusat Khatam al-Anbiya pada Sabtu (30/5/2026), yang menegaskan bahwa seluruh aktivitas pelayaran kini berada di bawah pengawasan ketat militer Iran.
Dalam keterangannya, otoritas militer Iran menyebutkan bahwa semua kapal—baik komersial maupun tanker minyak—wajib mengikuti rute yang telah ditentukan dan memperoleh izin resmi dari Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebelum melintasi selat tersebut. Kebijakan ini menjadi sinyal kuat meningkatnya kontrol Iran di tengah eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan sekutunya.
“Iran akan merespons tegas setiap upaya intervensi militer asing yang mencoba mengganggu stabilitas atau pengelolaan Selat Hormuz,” demikian pernyataan resmi yang dikutip media pemerintah Iran.
Di sisi lain, Angkatan Laut IRGC melaporkan bahwa setidaknya 20 kapal berhasil melintasi Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir melalui koordinasi langsung dengan otoritas Iran. Kapal-kapal tersebut disebut mendapatkan izin karena membawa kebutuhan penting, seperti pupuk kimia dan komoditas vital lainnya.
Langkah Iran memperketat pengawasan di Selat Hormuz sejatinya sudah dimulai sejak 28 Februari 2026, menyusul serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran. Sebagai respons, Teheran melarang kapal yang terafiliasi dengan kedua negara tersebut melintasi jalur strategis itu.
Situasi semakin kompleks setelah Amerika Serikat menerapkan blokade laut terhadap Iran. Kebijakan ini bertujuan membatasi akses kapal menuju pelabuhan Iran, sekaligus menekan aktivitas ekonomi negara tersebut. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menegaskan bahwa blokade masih diberlakukan, meski sebelumnya Presiden Donald Trump sempat mengisyaratkan kemungkinan pencabutan.
“Blokade itu masih berlaku,” ujar Hegseth dalam forum keamanan internasional Dialog Shangri-La di Singapura.
Di tengah dinamika tersebut, pernyataan Trump yang sempat membuka peluang pelonggaran blokade memicu reaksi keras dari pihak Iran. Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menilai kebijakan AS sebagai bentuk pengkhianatan terhadap upaya diplomasi yang sedang berlangsung.
Konflik ini bermula dari serangan pada 28 Februari 2026 yang menewaskan lebih dari 3.000 orang. Meski sempat tercapai gencatan senjata sementara pada April, negosiasi lanjutan tidak membuahkan hasil konkret. Hingga kini, situasi tetap berada dalam ketidakpastian, dengan risiko eskalasi yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital bagi distribusi minyak dunia. Ketegangan di kawasan ini berpotensi mengguncang pasar energi global, termasuk berdampak pada harga minyak dan stabilitas ekonomi internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Progres pembangunan Jalan Kompleks Yudikatif IKN mencapai 19,35 persen, melampaui target dan ditopang berbagai inovasi konstruksi dari WIKA.
Kasus penipuan WO di Jakarta Timur seret 58 korban dengan kerugian Rp2,6 miliar. Polisi tetapkan pasangan suami istri sebagai tersangka.
Puncak haji 2026 selesai, seluruh jemaah Indonesia tinggalkan Mina. Pemulangan dimulai 1 Juni secara bertahap hingga akhir bulan.
Kuota pendakian Gunung Merbabu via Gancik penuh. Ratusan pendaki gagal naik meski antre berjam-jam saat libur panjang.
Pelemahan rupiah jadi peluang emas pariwisata Indonesia. Wisatawan asing diprediksi meningkat dan tinggal lebih lama.
Iran klaim kontrol penuh Selat Hormuz. Ketegangan dengan AS meningkat, ancam jalur distribusi minyak dunia.