Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Selat Hormuz Memanas

Newswire
Newswire Minggu, 07 Juni 2026 03:37 WIB
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Selat Hormuz Memanas

Foto ilustrasi Iran vs Amerika Serikat. - Freepik

Harianjogja.com, TEHERAN—Pemerintah Iran mengecam keras serangan yang dilakukan Amerika Serikat terhadap fasilitas radar dan pengawasan pesisir di wilayah Sirik, Iran bagian selatan, serta Pulau Qeshm. Teheran menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak 8 April sekaligus ancaman terhadap kedaulatan negaranya.

Melalui pernyataan resmi yang dirilis Kementerian Luar Negeri Iran pada Sabtu (6/6/2026), fasilitas yang menjadi sasaran serangan disebut memiliki fungsi penting dalam menjaga keamanan perbatasan dan melindungi jalur pelayaran internasional di kawasan strategis Teluk dan Selat Hormuz.

Pemerintah Iran menyatakan serangan yang terjadi pada Sabtu dini hari itu merupakan bentuk agresi yang melanggar integritas teritorial negara serta bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum internasional.

Menurut Kementerian Luar Negeri Iran, tindakan militer Amerika Serikat tersebut menjadi bagian dari rangkaian kebijakan yang dinilai bermusuhan dan provokatif terhadap Teheran. Iran juga menuding Washington mengabaikan ketentuan dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta berbagai norma internasional yang mengatur hubungan antarnegara.

Dalam pernyataan yang sama, Iran mengklaim angkatan bersenjatanya telah memberikan respons atas serangan tersebut sesuai hak negara untuk membela diri. Teheran menyebut langkah yang dilakukan berhasil menggagalkan tujuan utama serangan yang dilancarkan Amerika Serikat.

Pemerintah Iran juga menyoroti berulangnya insiden yang dianggap sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata. Menurut Teheran, kondisi tersebut menunjukkan kurangnya komitmen Amerika Serikat dalam menjaga stabilitas dan meredakan ketegangan di kawasan.

Iran memperingatkan bahwa seluruh konsekuensi yang timbul akibat eskalasi konflik menjadi tanggung jawab pihak yang melakukan serangan.

Mengacu pada Pasal 51 Piagam PBB mengenai hak membela diri, Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa negara itu akan menggunakan seluruh sarana yang tersedia untuk melindungi keamanan nasional, kedaulatan, dan kepentingan strategisnya.

Selain itu, Teheran mengimbau negara-negara di kawasan untuk tetap berpegang pada prinsip hubungan bertetangga yang baik serta tidak memberikan akses wilayah maupun fasilitas mereka untuk digunakan dalam perencanaan atau pelaksanaan tindakan yang merugikan Iran.

Pemerintah Iran juga meminta Sekretaris Jenderal PBB, Dewan Keamanan PBB, dan berbagai organisasi internasional agar segera mengambil langkah atas dugaan pelanggaran gencatan senjata dan tindakan yang dianggap ilegal oleh Amerika Serikat. Menurut Iran, respons internasional diperlukan untuk mencegah memburuknya situasi keamanan regional maupun global.

Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada Sabtu mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap fasilitas radar pengawasan pesisir di Sirik dan Pulau Qeshm. Operasi tersebut dilakukan setelah terjadinya serangan yang menargetkan Selat Hormuz serta sejumlah negara di kawasan Teluk.

Tidak lama setelah pengumuman tersebut, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah meluncurkan serangan rudal ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan sebagai respons atas operasi militer yang dilakukan Washington. Perkembangan terbaru ini menambah ketegangan di sekitar Selat Hormuz yang selama ini menjadi salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online