Iran Sebut Penandatanganan Kesepakatan Damai dengan AS Digelar 19 Juni

Newswire
Newswire Senin, 15 Juni 2026 09:57 WIB
Iran Sebut Penandatanganan Kesepakatan Damai dengan AS Digelar 19 Juni

Selat Hormuz Iran. - ist

Harianjogja.com, TEHERAN—Pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa kesepakatan damai dengan Amerika Serikat telah mencapai tahap final. Dokumen nota kesepahaman yang menjadi dasar perjanjian tersebut dijadwalkan ditandatangani secara resmi di Swiss pada 19 Juni 2026.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, yang menjelaskan bahwa seluruh substansi nota kesepahaman telah dirampungkan oleh kedua pihak. Dengan selesainya proses penyusunan dokumen, tahap berikutnya adalah penandatanganan resmi yang akan menjadi pijakan bagi pembahasan isu-isu strategis antara Teheran dan Washington.

"Naskah nota kesepahaman telah difinalkan, dan penandatanganan resmi dokumen tersebut akan berlangsung di Swiss pada Jumat," kata Gharibabadi dalam siaran langsung televisi Iran.

Selain mengumumkan finalisasi kesepakatan damai AS-Iran, Gharibabadi menyebut Amerika Serikat juga akan mulai mencabut blokade laut terhadap Iran pada Senin (15/6/2026) malam. Langkah tersebut menjadi salah satu implementasi awal yang disepakati sebelum dokumen resmi ditandatangani.

Menurut dia, kesepakatan yang telah dicapai tidak hanya berkaitan dengan hubungan bilateral kedua negara, tetapi juga mencakup penghentian operasi militer di sejumlah wilayah yang selama ini menjadi titik ketegangan. Kebijakan penghentian operasi tersebut disebut mulai berlaku pada malam yang sama dengan pencabutan blokade laut.

Iran memastikan bahwa penghentian aktivitas militer mencakup seluruh front yang menjadi bagian dari pembahasan dalam perundingan, termasuk wilayah Lebanon yang selama beberapa waktu terakhir menjadi salah satu fokus perhatian komunitas internasional.

Ia memastikan bahwa kesepakatan damai AS-Iran mencakup diakhirinya operasi militer di semua front, termasuk Lebanon, juga mulai malam Senin.

Iran Tegaskan Tetap Waspadai AS

Meski menyambut tercapainya nota kesepahaman, Pemerintah Iran menegaskan bahwa kesepakatan tersebut tidak berarti munculnya rasa percaya terhadap Amerika Serikat. Teheran tetap menempatkan implementasi perjanjian dalam pengawasan ketat dan akan memantau setiap langkah yang diambil Washington setelah kesepakatan berlaku.

"Nota kesepahaman ini tidak menandakan adanya kepercayaan kepada pihak lawan. Nota kesepahaman ini disusun tanpa landasan kepercayaan. Kami akan memantau tindakan Amerika Serikat serta pemenuhan kewajibannya," ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meskipun hubungan kedua negara memasuki fase baru melalui kesepakatan damai, masih terdapat sejumlah persoalan yang memerlukan pembahasan lebih lanjut serta mekanisme verifikasi dalam pelaksanaannya.

Gharibabadi menambahkan bahwa setelah penandatanganan nota kesepahaman pada 19 Juni mendatang, Iran dan Amerika Serikat akan melanjutkan dialog mengenai berbagai isu strategis yang selama ini menjadi sumber ketegangan hubungan bilateral.

Beberapa agenda utama yang akan dibahas mencakup pencabutan sanksi ekonomi terhadap Iran, penyelesaian isu program nuklir, serta langkah-langkah pemulihan ekonomi yang diharapkan dapat membuka ruang kerja sama lebih luas di masa mendatang. Pembahasan lanjutan tersebut diperkirakan menjadi fase penting dalam menentukan arah hubungan Iran dan Amerika Serikat setelah tercapainya kesepakatan damai yang akan diteken di Swiss pekan ini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online