Advertisement

Trump Isyaratkan Operasi Darat AS ke Iran demi Uranium

Jumali
Minggu, 08 Maret 2026 - 20:17 WIB
Jumali
Trump Isyaratkan Operasi Darat AS ke Iran demi Uranium Donald Trump / Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengisyaratkan kemungkinan pengerahan pasukan darat ke Iran untuk merebut persediaan uranium milik negara tersebut. Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi konflik yang telah memasuki hari kedelapan, ketika Amerika Serikat berupaya melumpuhkan program nuklir Teheran.

Pernyataan Trump disampaikan saat kampanye militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran terus berlangsung. Ia menegaskan opsi operasi darat masih terbuka jika dianggap perlu untuk menghancurkan kemampuan militer Iran secara menyeluruh.

Advertisement

Serangan Udara Dinilai Belum Melumpuhkan Iran

Sejumlah pengamat militer menilai serangan udara yang dimulai pada Sabtu (28/2/2026) belum sepenuhnya menghancurkan fasilitas nuklir Iran. Menanggapi kritik tersebut, Trump mengatakan kemungkinan pengerahan pasukan darat tetap dipertimbangkan.

“Mungkin suatu saat nanti kita akan melakukannya. Itu akan menjadi hal yang hebat,” ujar Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One seperti dikutip dari Al Arabiya, Minggu (8/3/2026).

Ia menegaskan bahwa jika langkah tersebut dilakukan, dampaknya akan sangat besar bagi kekuatan militer Iran.

"Dan saya akan mengatakan jika kita pernah melakukan itu, mereka akan sangat hancur sehingga mereka tidak akan mampu bertempur di darat," tegasnya.

Ancaman Target Baru

Trump juga menyampaikan peringatan keras melalui platform media sosial miliknya, Truth Social. Ia menyebut Amerika Serikat mempertimbangkan serangan terhadap target baru yang sebelumnya belum masuk daftar sasaran militer.

Pernyataan tersebut menjadi respons terhadap sikap Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, yang menegaskan tidak akan tunduk terhadap tekanan dari Washington maupun Tel Aviv.

"Di bawah pertimbangan serius untuk penghancuran total dan kematian yang pasti, karena perilaku buruk Iran, adalah area dan kelompok orang yang belum dipertimbangkan untuk ditargetkan hingga saat ini," tulis Trump dalam unggahannya.

Konflik Memasuki Hari Kedelapan

Konflik antara Iran dan aliansi Amerika Serikat–Israel yang pecah sejak akhir Februari 2026 terus memanas. Teheran merespons serangan tersebut dengan meluncurkan rudal serta drone ke wilayah Israel dan fasilitas milik Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Dalam pidato di televisi pemerintah, Presiden Pezeshkian sempat menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara Teluk yang terdampak ketegangan tersebut. Namun, ia menegaskan Iran hanya akan menyerang jika wilayah negara-negara itu dijadikan pangkalan untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

Menanggapi situasi tersebut, Trump menyebut Iran sebagai pihak yang berada dalam posisi terdesak di kawasan Timur Tengah.

Seusai melihat intensitas serangan yang terus meningkat, Trump menilai Iran berada di ambang kekalahan apabila konflik terus berlanjut tanpa perubahan sikap dari Teheran.

Potensi pengerahan pasukan darat Amerika Serikat ini menandai fase baru yang lebih berisiko dalam konflik di Timur Tengah. Jika benar terjadi, langkah tersebut berpotensi meningkatkan korban manusia jauh lebih besar dibandingkan operasi udara yang telah berlangsung sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Gerbang Tol Purwomartani Hanya Untuk Akses Masuk, Pemudik Bisa Keluar

Gerbang Tol Purwomartani Hanya Untuk Akses Masuk, Pemudik Bisa Keluar

Sleman
| Rabu, 11 Maret 2026, 16:37 WIB

Advertisement

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Wisata
| Kamis, 05 Maret 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement