Advertisement
Telegram Panglima TNI Soal Siaga 1 Beredar, Ini Kata Anggota DPR
Ilustrasi anggota TNI Angkatan Darat. / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menilai langkah Tentara Nasional Indonesia meningkatkan status kesiapsiagaan menjadi Siaga 1 mencerminkan komitmen kuat dalam menjaga keamanan nasional.
Menurut Dave, kebijakan tersebut juga menunjukkan kesigapan aparat pertahanan dalam menghadapi dinamika global, khususnya perkembangan konflik di Timur Tengah.
Advertisement
“Komisi I DPR RI memandang kebijakan ini sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan bangsa,” kata Dave saat dihubungi di Jakarta, Minggu (9/3/2026).
Bentuk Antisipasi Dinamika Global
BACA JUGA
Dave mengatakan sinergi antara TNI, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, dan Komisi I DPR RI menjadi fondasi penting agar setiap langkah yang diambil tetap sejalan dengan kepentingan rakyat.
Selain itu, kebijakan peningkatan kesiapsiagaan dinilai sebagai wujud komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas dalam negeri di tengah dinamika global.
Dengan koordinasi yang solid antarlembaga, Dave optimistis Indonesia mampu tetap aman dan stabil.
“Dengan kolaborasi yang erat, kita yakin Indonesia dapat menghadapi dinamika global dengan kepala tegak, menjaga stabilitas nasional, dan memperkuat kepercayaan rakyat terhadap institusi negara,” ujarnya.
Ia menegaskan Komisi I DPR RI mendukung langkah antisipatif TNI dan akan terus menjalankan fungsi pengawasan serta kemitraan strategis.
Telegram Panglima TNI Beredar
Sebelumnya, beredar di masyarakat sebuah telegram Panglima TNI bernomor TR/283/2026 yang berisi instruksi Siaga 1 kepada seluruh jajaran TNI untuk mengantisipasi eskalasi konflik di Timur Tengah.
Dalam telegram tersebut terdapat tujuh poin instruksi, salah satunya memerintahkan Panglima Komando Utama Operasi (Pangkotamaops) TNI untuk menyiagakan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Personel juga diminta melakukan patroli di sejumlah objek vital strategis dan pusat kegiatan ekonomi, antara lain Bandara, Pelabuhan laut dan sungai, Stasiun kereta api, Terminal bus, Kantor PLN.
Respons Mabes TNI
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Markas Besar TNI, Aulia Dwi Nasrullah, mengatakan TNI memiliki tugas utama melindungi negara dan masyarakat dari ancaman asing.
“TNI bertugas secara profesional dan responsif dengan senantiasa memelihara kemampuan dan kekuatan agar selalu siap operasional serta siap siaga mengantisipasi perkembangan di lingkungan strategis internasional, regional, maupun nasional,” kata Aulia kepada ANTARA.
Ia menambahkan salah satu upaya menjaga kesiapan pasukan dilakukan melalui apel rutin untuk memeriksa kesiapan personel dan peralatan.
Namun ketika dikonfirmasi lebih lanjut mengenai kebenaran status Siaga 1 yang disebut dalam telegram tersebut, pihak TNI belum memberikan penjelasan tambahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Batas Lapor SPT 30 April, Telat Kena Denda Rp100.000
- Terjebak di Lantai 23, Ini Pesan di Baju Selamatkan Penghuni Kebakaran
- KUR Perumahan Tembus Rp14 Triliun, Pemerintah Genjot Kota Satelit
- Kasus Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Pemkot: Hanya 6 TPA Berizin
- Usulan Kurikulum Keselamatan Transportasi Muncul Usai Tragedi Bekasi
Advertisement
Advertisement
Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan
Advertisement
Berita Populer
- 95 Pelanggaran TKA SD-SMP Terungkap, Mayoritas Dilakukan Pengawas
- Kasus Daycare Jogja, Pemerintah Bentuk Gugus Tugas Perlindungan Anak
- Pemerintah Terbitkan Permenaker 7/2026 Tentang Outsourcing, Ini Isinya
- Kolaborasi IDM-BTN Dorong Pariwisata Budaya Kelas Dunia
- MayDay 2026, Bupati Sleman Gelar Dialog dengan Serikat Buruh
- Hasil TKA SD-SMP Diumumkan 26 Mei, Ini Cara Ceknya
- Fakta Baru! Sopir Taksi Listrik Baru 3 Hari Kerja Saat Kecelakaan
Advertisement
Advertisement








