Advertisement
555 Tewas Seusai 2.000 Target Dihantam Rudal AS-Israel
Asap mengepul di Teheran, Iran. Ledakan terdengar lagi di Teheran, Iran, 1 Maret 2026. ANTARA/Xinhua - Shadati
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Situasi di Iran kian mencekam seusai gelombang serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel memasuki hari keempat. Bulan Sabit Merah Iran melaporkan sedikitnya 555 orang tewas dan ratusan kawasan permukiman mengalami kerusakan parah.
Tragedi di Sektor Pendidikan
Advertisement
Anadolu melaporkan, Kementerian Pendidikan Iran menyebutkan sebanyak 170 siswa dan guru dilaporkan meninggal dunia dalam rangkaian serangan tersebut.
Salah satu insiden paling mematikan terjadi di Kota Minab, Provinsi Hormozgan. Sebuah sekolah dasar putri dilaporkan hancur akibat serangan udara, mengakibatkan 153 siswa dan guru tewas di lokasi kejadian. Sekolah tersebut disebut berada sekitar 600 meter dari instalasi militer milik Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
BACA JUGA
Skala Operasi Militer
Laporan media internasional, he Wall Street Journal menyebutkan lebih dari 2.000 target strategis telah diserang melalui sekitar 700 sorti penerbangan tempur. Sasaran operasi disebut mencakup fasilitas militer dan instalasi strategis, termasuk kompleks nuklir di Natanz.
Sejumlah tokoh penting Iran juga dikabarkan menjadi target dalam operasi tersebut. Hingga kini, belum ada konfirmasi independen terkait laporan mengenai korban dari kalangan pimpinan tinggi negara.
Respons Teheran dan Dampak Regional
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan menggunakan rudal balistik Khyber dan drone ke sejumlah titik yang diklaim terkait kepentingan Amerika Serikat dan Israel.
Dampak konflik mulai meluas ke kawasan Teluk:
- Bahrain: Seorang pekerja dilaporkan tewas akibat pecahan rudal di Pelabuhan Salman.
- Uni Emirat Arab: Sistem pertahanan udara diaktifkan di Dubai seusai terdengar ledakan.
- Kuwait: Terjadi insiden salah tembak (friendly fire) yang menyebabkan satu jet tempur AS jatuh, meski awak pesawat dilaporkan selamat.
Eskalasi terbaru ini disebut memiliki intensitas jauh lebih tinggi dibanding konflik serupa pada pertengahan tahun lalu. Hingga berita ini diturunkan, belum ada sinyal gencatan senjata, sementara jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah seiring berlanjutnya operasi militer di kawasan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Ini Jam Puncaknya
- DPR Minta KBRI Ambil Langkah Darurat Lindungi Jemaah Umrah Indonesia
- Hutan Rehabilitasi IKN Mulai Dihuni Satwa, Burung Kembali Berdatangan
- Emergency Alert Abu Dhabi Berakhir, UEA Nyatakan Situasi Aman
- Jadi Sorotan Publik, Gubernur Kaltim Kembalikan Mobil Dinas Rp8,49 M
Advertisement
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Menang Dramatis, AC Milan Tekuk Cremonese 2-0 di Liga Italia
- Menhub Imbau Maskapai Waspada Dampak Konflik Iran-Israel
- Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
- Persebaya vs Persib: Bajol Ijo Nothing to Lose
- Cat Mobil Berjamur? Ini Cara Membersihkannya
- Clean Sheet Perdana Maarten Paes, Ajax Tertahan Zwolle
- MU Bangkit, Tekuk Palace 2-1 dan Naik ke Posisi Tiga Liga Inggris
Advertisement
Advertisement







