Advertisement

AS Tutup Pangkalan Militer di Suriah Setelah 10 Tahun

Newswire
Jum'at, 13 Februari 2026 - 13:27 WIB
Maya Herawati
AS Tutup Pangkalan Militer di Suriah Setelah 10 Tahun Foto ilustrasi bendera Amerika Serikat. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, WASHINGTON—Militer Amerika Serikat (AS) resmi menarik seluruh pasukan dari pangkalan al-Tanf di Suriah selatan setelah hampir satu dekade beroperasi. Hal ini dikonfirmasi Komando Pusat AS (CENTCOM) yang menyatakan penarikan rampung pada 11 Februari dalam kerangka transisi berbasis kondisi (13/2/2026).

Penutupan Garnisun al-Tanf dilakukan di bawah Satuan Tugas Gabungan Operasi Inherent Resolve (CJTF-OIR), yang dibentuk pada 2014 untuk memerangi kelompok teroris ISIS. CENTCOM menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari penyesuaian strategi di kawasan.

Advertisement

“Pasukan AS tetap siap merespons setiap ancaman ISIS yang muncul di kawasan ini, seraya mendukung upaya yang dipimpin mitra untuk mencegah kebangkitan kembali jaringan teroris tersebut,” kata Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper dalam sebuah pernyataan.

“Menjaga tekanan terhadap ISIS sangat penting untuk melindungi tanah air AS dan memperkuat keamanan regional,” tambahnya.

Sementara itu, sumber pemerintah Suriah kepada kantor berita Anadolu pada Rabu (11/2) menyebut pemerintah Suriah telah mengambil alih pangkalan strategis di persimpangan perbatasan Irak dan Yordania tersebut. Unit Tentara Suriah dilaporkan telah dikerahkan ke lokasi bekas pangkalan militer AS itu.

Sebelumnya, pangkalan al-Tanf yang diperluas pada 2017 dan 2018 digunakan AS untuk memantau aktivitas militer kelompok-kelompok yang didukung Iran serta organisasi teroris ISIS. Pengawasan dilakukan termasuk melalui penggunaan balon pengintai di wilayah yang membentang ratusan kilometer antara perbatasan Yordania dan Sungai Efrat.

Penarikan pasukan AS dari al-Tanf menandai berakhirnya satu fase kehadiran militer Amerika Serikat di Suriah selatan, di tengah dinamika keamanan regional dan upaya berkelanjutan menekan ancaman ISIS di kawasan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Kasus Korupsi Wonokromo Bantul Masuk Tahap Penyidikan

Kasus Korupsi Wonokromo Bantul Masuk Tahap Penyidikan

Bantul
| Jum'at, 13 Februari 2026, 16:07 WIB

Advertisement

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Wisata
| Rabu, 11 Februari 2026, 21:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement