Advertisement

Sidang Hibah Pariwisata Sleman Ungkap Peran Karunia Anas

Newswire
Senin, 09 Februari 2026 - 23:37 WIB
Abdul Hamied Razak
Sidang Hibah Pariwisata Sleman Ungkap Peran Karunia Anas Suasana persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Yogyakarta, Jalan Kapas, Semaki, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Senin (9/2 - 2026)

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA— Peran Karunia Anas Hidayat dalam pengelolaan proposal dana hibah pariwisata Kabupaten Sleman kembali mengemuka dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi dana hibah pariwisata yang menjerat mantan Bupati Sleman, Sri Purnomo. Anas disebut sebagai pihak yang mengoordinasikan pengumpulan proposal hibah yang dipusatkan di Rumah Dinas Bupati Sleman.

Fakta tersebut terungkap dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Yogyakarta, Jalan Kapas, Semaki, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Senin (9/2/2026). Sejumlah saksi dari kelompok sadar wisata (pokdarwis) serta mantan pengurus Karang Taruna Kabupaten Sleman dihadirkan untuk memberikan keterangan di hadapan majelis hakim.

Advertisement

Dalam kesaksiannya, para saksi mengungkap adanya pesan tersirat untuk mendukung pasangan Kustini Sri Purnomo–Danang Maharsa pada Pilkada Sleman 2020. Pesan tersebut disampaikan seiring proses pengajuan hingga pencairan dana hibah pariwisata.

Ketua Karang Taruna Ngemplak, Rinto Budi Antoro, mengaku beberapa kali mendatangi Rumah Dinas Bupati Sleman untuk menyerahkan proposal dana hibah dari sejumlah pokdarwis. Proposal tersebut diserahkan langsung kepada Karunia Anas Hidayat, yang diketahui pernah menjabat sebagai sekretaris pribadi Raudi Akmal, putra Sri Purnomo.

Rinto menyebut, Anas memiliki ruangan khusus di Rumah Dinas Bupati Sleman yang digunakan untuk menerima proposal sekaligus menggelar pertemuan terkait dana hibah pariwisata. Kepada majelis hakim yang dipimpin Melinda Aritonang, Rinto mengaku memperoleh informasi terkait program dana hibah tersebut dari Anas, yang juga menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Sleman.

Dalam persidangan, Rinto mengakui menyampaikan informasi dana hibah pariwisata kepada tujuh dusun atau pokdarwis di wilayah Ngemplak. Ia bahkan secara terbuka mengaitkan bantuan tersebut dengan dukungan politik pada Pilkada 2020.

“Saya bertanya kepada mereka, bisa tidak bantuan dana hibah pariwisata digunakan untuk menyukseskan Ibu Kustini. Menurut saya waktu itu hal tersebut wajar,” ujar Rinto menjawab pertanyaan majelis hakim.

Penasihat hukum Sri Purnomo, Soepriyadi, sempat meminta penegasan jumlah kunjungan Rinto ke rumah dinas. Namun, Rinto menegaskan dirinya mendatangi Rumah Dinas Bupati Sleman sebanyak tiga hingga empat kali dan menyerahkan empat proposal pokdarwis.

Kesaksian Rinto menguatkan keterangan saksi lain yang dihadirkan pada persidangan sebelumnya. Bendahara Karang Taruna Kabupaten Sleman, Septi Wahyu Afrianto atau Fian, membenarkan bahwa Anas menerima proposal dana hibah di Rumah Dinas Bupati Sleman. Hal senada disampaikan Gigih Wijaya Kurniawan, yang juga mengaku menyerahkan sejumlah proposal masyarakat kepada Anas di lokasi yang sama.

Pokdarwis Dadakan dan Wisata Terbengkalai

Selain Rinto, tujuh saksi lain dari pokdarwis di wilayah Ngemplak turut memberikan kesaksian. Dari keterangan mereka, terungkap bahwa sebagian besar pokdarwis penerima dana hibah pariwisata baru dibentuk menjelang pencairan bantuan.

Saksi Budi Winarno, pengurus desa wisata Bulak Sawah di Ngemplak, mengaku mengetahui informasi dana hibah dari Rinto. Ia menyebut ada pesan bahwa bantuan akan cair apabila pokdarwis mendukung pasangan Kustini Sri Purnomo–Danang Maharsa dalam Pilkada 2020.

Namun, kondisi sejumlah wisata rintisan penerima hibah kini memprihatinkan. Beberapa di antaranya tidak berkembang, bahkan berhenti beroperasi. Ketua Pokdarwis Sumber Cuwo, Didik, mengungkapkan bahwa wisata sumber mata air di Kalurahan Umbulmartani, Kapanewon Ngemplak, saat ini justru dimanfaatkan warga sebagai tempat mencuci pakaian.

Didik juga mengaku menerima pesan terselubung dari dukuh setempat untuk membantu memenangkan pasangan Kustini–Danang sebagai bentuk “ucapan terima kasih” atas pencairan dana hibah pariwisata.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

BRIN Kembangkan Nature-based Solutions untuk Lindungi Bandara YIA

BRIN Kembangkan Nature-based Solutions untuk Lindungi Bandara YIA

Jogja
| Selasa, 10 Februari 2026, 10:57 WIB

Advertisement

Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari

Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari

Wisata
| Senin, 09 Februari 2026, 19:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement