Advertisement
Bus Rombongan Ibadah Terbalik di Brasil, 15 Tewas Termasuk Tiga Anak
Ilustrasi kecelakaan mobil. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Kecelakaan maut menimpa sebuah bus yang mengangkut sekitar 60 jemaah di negara bagian Alagoas, Brasil, setelah kendaraan tersebut keluar jalur dan terbalik di tikungan tajam. Insiden tragis ini menyebabkan sedikitnya 15 orang meninggal dunia, termasuk tiga anak-anak.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Selasa waktu setempat di wilayah pedalaman Alagoas. Bus rombongan ibadah itu dilaporkan kehilangan kendali saat melintasi tikungan, lalu terguling hingga menyebabkan sejumlah penumpang terlempar keluar dari kendaraan.
Advertisement
Rombongan jemaah diketahui baru saja menghadiri perayaan keagamaan Our Lady of Candelaria di negara bagian Ceara dan tengah dalam perjalanan pulang ketika kecelakaan terjadi. Berdasarkan data terbaru, korban meninggal terdiri atas lima pria, tujuh wanita, dan tiga anak-anak.
“Hingga saat ini, ada konfirmasi mengenai 15 kematian, termasuk lima pria, tujuh wanita, dan tiga anak-anak,” ujar seorang pejabat daerah Alagoas kepada AFP, seperti dikutip Rabu (4/6/2026).
BACA JUGA
Kolonel Andre Madeiro, Direktur Departemen Penerbangan Alagoas, menyebut kondisi di lokasi kecelakaan sangat mengerikan. Ia menjelaskan bus keluar dari badan jalan sebelum akhirnya terbalik.
“Bus keluar dari jalan di sebuah tikungan, terbalik, dan beberapa orang terlempar keluar,” tuturnya. “Beberapa orang terjebak di bawah kendaraan. Itu adalah kecelakaan yang sangat buruk, bahkan tidak biasa.”
Tim penyelamat dan tenaga medis segera dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi korban. Sejumlah penumpang berhasil diselamatkan, termasuk seorang anak yang mengalami luka serius dan langsung dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif.
Sebagai bentuk penghormatan dan belasungkawa, Gubernur Alagoas Paulo Dantas menetapkan masa berkabung selama tiga hari. Ia menyampaikan simpati mendalam kepada keluarga korban melalui akun media sosialnya.
“Saya menyatakan solidaritas saya kepada keluarga dan teman-teman pada saat kepedihan yang sangat besar ini,” tulis Paulo Dantas.
Tragedi ini kembali menyoroti tingginya angka kecelakaan transportasi massal di Brasil. Pada Oktober tahun lalu, kecelakaan serupa terjadi di negara bagian Pernambuco dan menewaskan 17 orang setelah sebuah bus terbalik akibat kehilangan kendali.
Data keselamatan lalu lintas menunjukkan bahwa kecelakaan jalan raya masih menjadi persoalan serius di Brasil, khususnya di jalur pedalaman yang rawan dan kerap dilalui rombongan besar. Kondisi infrastruktur serta faktor keselamatan berkendara menjadi perhatian utama otoritas setempat untuk mencegah tragedi serupa terulang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
Advertisement
Perahu Nelayan Rusak Diterjang Gelombang Pasang di Pantai Depok
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Open House, Bupati Sleman Hadirkan Pelaku UMKM
- Masyarakat Diimbau Manfaatkan WFA demi Hindari Puncak Arus Balik
- Malioboro Masih Jadi Magnet Wisata ke Jogja
- Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
- Tegas Soal Iuran BoP, Prabowo: Indonesia Tak Pernah Janji
- Arus Kendaraan Masih Mengalir Keluar Jakarta hingga H+1 Lebaran
Advertisement
Advertisement







