Advertisement
Serangan Udara Israel Tewaskan 31 Orang di Gaza Jelang Rafah Dibuka
Warga Palestina melihat-lihat kerusakan akibat serangan udara Irael di daerah El-Remal di Kota Gaza, Jalur Gaza, Palestina. Naaman Omar/apaimages - WAFA.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Serangan udara Israel di Jalur Gaza dilaporkan menewaskan sedikitnya 31 orang sejak Sabtu pagi, di tengah meningkatnya eskalasi kekerasan menjelang rencana pembukaan kembali Penyeberangan Rafah yang menghubungkan Gaza dengan Mesir.
Laporan tersebut disampaikan oleh saluran televisi Al Jazeera dengan mengutip sejumlah sumber medis di Jalur Gaza. Serangan terjadi hanya sehari sebelum Israel dijadwalkan membuka kembali Penyeberangan Rafah, yang selama ini menjadi jalur vital bagi pergerakan manusia dan bantuan kemanusiaan.
Advertisement
Pembukaan Penyeberangan Rafah itu disebut akan menjadi yang pertama sejak Mei 2024, setelah jalur tersebut ditutup di tengah intensitas konflik yang berkepanjangan. Rencana pembukaan ini menjadi sorotan karena berlangsung di tengah situasi keamanan yang masih belum stabil.
Di sisi lain, perkembangan politik internasional turut mewarnai dinamika konflik Gaza. Pada 14 Januari lalu, Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Steve Witkoff, mengumumkan dimulainya tahap kedua dari rencana 20 poin yang digagas Trump untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza.
BACA JUGA
Tahap kedua tersebut difokuskan pada proses transisi pascagencatan senjata, yang mencakup demiliterisasi wilayah, pembentukan pemerintahan teknokratis, rekonstruksi Jalur Gaza, serta pelucutan senjata terhadap seluruh personel yang dinilai tidak berwenang.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (22/1) meluncurkan Dewan Perdamaian yang dibentuk oleh pemerintahannya. Trump menyatakan dewan tersebut akan bekerja sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menangani krisis global yang tidak hanya terbatas pada konflik di Jalur Gaza.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat menjamu puluhan pemimpin dunia di sela-sela Forum Ekonomi Dunia, bertepatan dengan upacara penandatanganan dokumen pendirian Dewan Perdamaian tersebut.
“Kami berkomitmen untuk memastikan Gaza didemiliterisasi, dikelola dengan baik, dan dibangun kembali dengan indah. Ini akan menjadi rencana yang hebat, dan di situlah Dewan Perdamaian benar-benar dimulai,” kata Trump. Ia juga menambahkan bahwa mandat Dewan Perdamaian berpotensi diperluas ke isu-isu global lain seiring keberhasilan implementasi rencana tersebut di Jalur Gaza.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 1 Februari 2026, Tarif Rp8.000
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Setelah Mahendra Siregar, Wakil Ketua OJK Ikut Mengundurkan Diri
- Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Jenazah di TPU Tegal Alur
- Sleman Bangun Fasilitas Panjat Tebing Standar Internasional di Ngaglik
- Kawasan Industri Sentolo Dilirik Perusahaan Farmasi dan Kosmetik
- Kolaborasi Berbasis Kinerja Dorong Akselerasi Bisnis Ritel Farmasi
- Perkuat Kuliah Praktik, UMY Bangun Lab Teknik Terpadu Rp10 Miliar
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo dan Sebaliknya Sabtu 31 Januari 2026
Advertisement
Advertisement



