Advertisement
Iran Tegaskan Aksi Militer AS Sama dengan Deklarasi Perang
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat.
Advertisement
Harianjogja.com, TEHERAN— Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat. Penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Shamkhani, menegaskan bahwa setiap langkah militer AS terhadap Iran akan dipandang sebagai tindakan perang yang memicu respons keras dari Teheran.
Pernyataan tersebut disampaikan Shamkhani melalui unggahan di platform media sosial X, Rabu (28/1/2026), di tengah meningkatnya kehadiran kekuatan militer AS di kawasan Timur Tengah. Shamkhani juga menjabat sebagai perwakilan Pemimpin Tertinggi Iran di Dewan Pertahanan Iran.
Advertisement
Menurutnya, narasi mengenai kemungkinan “serangan terbatas” dari AS hanyalah kiasan. Iran, kata dia, tidak membedakan skala maupun sumber agresi militer yang dilakukan terhadap wilayahnya.
“Setiap tindakan militer oleh AS, dari sumber mana pun dan pada level apa pun, akan dianggap sebagai awal perang. Respons Iran akan cepat, menyeluruh, dan belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Shamkhani.
BACA JUGA
Ia menambahkan, apabila konflik benar-benar pecah, Iran akan membalas dengan menyasar pihak agresor, termasuk jantung Tel Aviv, serta seluruh pihak yang mendukung agresi tersebut.
Ancaman ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa sebuah armada besar Angkatan Laut AS, yang dipimpin Kapal Induk USS Abraham Lincoln, tengah bergerak menuju Iran. Trump bahkan menyebut kekuatan armada tersebut lebih besar dibandingkan pengerahan militer AS sebelumnya ke Venezuela.
Dalam pernyataannya, Trump memperingatkan Teheran bahwa waktu hampir habis untuk mencapai kesepakatan dengan Washington, terutama terkait isu nuklir. Ia menegaskan AS siap mengambil langkah lebih jauh apabila Iran tidak segera merespons ajakan perundingan.
Sebelumnya, pada Senin (26/1/2026), Iran juga telah mengeluarkan peringatan keras bahwa setiap bentuk agresi akan dibalas dengan respons komprehensif yang berpotensi menimbulkan penyesalan mendalam bagi pihak penyerang.
Menanggapi pernyataan Trump, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menegaskan kesiapan militer negaranya. Ia menyatakan angkatan bersenjata Iran berada dalam kondisi siaga penuh dan siap memberikan respons segera serta tegas terhadap setiap bentuk ancaman.
Meski demikian, Araghchi menekankan bahwa Iran tetap membuka pintu diplomasi. Ia menyebut Teheran selalu menyambut peluang tercapainya kesepakatan nuklir yang adil dan saling menguntungkan.
“Iran menghendaki kesepakatan yang setara, bebas dari paksaan, ancaman, dan intimidasi, yang menjamin hak Iran atas teknologi nuklir damai serta memastikan tidak adanya senjata nuklir,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Hujan Deras dan Angin Kencang Ganggu 15 Penerbangan di Juanda
- Iran Sebut AS Minta Bantuan Negara Regional Amankan Selat Hormuz
- WHO: 14 Tenaga Medis Tewas dalam Serangan Fasilitas Kesehatan Lebanon
- Trump Sebut Banyak Negara Siap Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
- Prabowo Perintahkan Polri Usut Tuntas Penyiraman Andrie Yunus
Advertisement
Mengenal Fenomena Liga Trans Jawa dan Panturace Saat Mudik Lebaran
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Bek PSIM Franco Ramos Mingo Sudah Cetak 4 Gol, Dipuji Van Gastel
- Dubes Iran Tegaskan Selat Hormuz Tidak Ditutup saat Konflik
- Jelang Mudik Lebaran, DPUPKP Bantul Perbaiki 21 Ruas Jalan
- Mudik Lebaran 2026: GT Cikampek Utama Tambah 19 Gardu
- Ini Jadwal Buka Tol Jogja-Solo Segmen Prambanan-Purwomartani
- Jadwal KA Bandara YIA 15 Maret 2026: Rute Tugu-YIA dari Pagi
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 15 Maret 2026, Tiket Rp8.000
Advertisement
Advertisement






