Advertisement

Protes Nasional No Kings Kembali Digelar, Kebijakan Trump Jadi Sasaran

Jumali
Kamis, 29 Januari 2026 - 09:57 WIB
Jumali
Protes Nasional No Kings Kembali Digelar, Kebijakan Trump Jadi Sasaran Donald Trump / Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Gelombang penolakan terhadap kebijakan Presiden Donald Trump kembali menguat melalui aksi No Kings.

No Kings dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat pada 28 Maret 2026 dan diprediksi menjadi salah satu mobilisasi massa terbesar sepanjang sejarah modern AS.

Advertisement

Associated Press, Kamis (29/1/2026) melaporkan, demonstrasi tersebut merupakan gelombang ketiga dari rangkaian protes No Kings yang dipicu keresahan publik atas kebijakan eksekutif yang dianggap melampaui batas konstitusi. Organisator memperkirakan jutaan warga akan turun ke jalan di ribuan kota secara serentak.

Pemicu utama eskalasi protes adalah rentetan razia imigrasi ketat di Minneapolis yang berujung bentrokan dan menewaskan dua warga. Salah satu korban, Alex Pretti, dilaporkan meninggal dunia akhir pekan lalu, memicu kemarahan nasional dan gelombang solidaritas lintas negara bagian.

Ezra Levin dari organisasi Indivisible memperkirakan partisipasi aksi bisa mencapai 9 juta orang. Jumlah ini diproyeksikan melampaui gelombang pertama Juni 2025 yang berlangsung di 2.000 lokasi serta gelombang kedua Oktober 2025 yang menjangkau 2.700 kota di seluruh AS.

Aksi No Kings kali ini memberikan dukungan terbuka bagi komunitas imigran di Minnesota yang menjadi sasaran kebijakan deportasi agresif. Para demonstran juga menuding adanya pelanggaran prinsip konstitusi oleh aparat federal dalam pelaksanaan razia dan penegakan hukum di lapangan.

Selain isu imigrasi, rencana parade militer pada hari ulang tahun Angkatan Darat AS yang bertepatan dengan ulang tahun Presiden Donald Trump turut memicu kontroversi. Sejumlah pengkritik menyebut rencana tersebut sebagai “penobatan simbolis” yang bertentangan dengan nilai republik dan demokrasi konstitusional.

Di tengah tekanan publik, Trump tetap mempertahankan kebijakan deportasi dan menyalahkan pejabat lokal atas kerusuhan yang terjadi. Namun, sejumlah tokoh lintas partai mulai mendorong pendekatan lebih moderat untuk meredam eskalasi konflik sosial.

Ezra Levin menegaskan bahwa gerakan No Kings berkomitmen pada aksi damai namun tegas. Menurutnya, gerakan ini bukan pertarungan Demokrat versus Republik, melainkan upaya warga negara menjaga agar tidak ada kekuasaan absolut di Amerika Serikat. Aksi 28 Maret 2026 diharapkan menjadi pesan keras bagi Gedung Putih atas meningkatnya polarisasi politik selama setahun terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Cakupan JKN Sleman Hampir 99 Persen, Status UHC Ditantang Naik

Cakupan JKN Sleman Hampir 99 Persen, Status UHC Ditantang Naik

Sleman
| Kamis, 29 Januari 2026, 12:17 WIB

Advertisement

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata
| Kamis, 29 Januari 2026, 11:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement