Advertisement

Tetangga Kenang Farhan, Copilot ATR yang Tewas di Bulusaraung

Newswire
Minggu, 25 Januari 2026 - 09:47 WIB
Abdul Hamied Razak
Tetangga Kenang Farhan, Copilot ATR yang Tewas di Bulusaraung Sejumlah kerabat memasang foto dan persiapan ruangan untuk tamu melayat usai peti jenazah Muhammad Farhan Gunawan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 tiba di rumah duka, Jalan Urip Sumoharjo, Lorong II, Perumahan Graha Kencana nomor B5, Kecamatan Panakukan, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (24/1/2026). ANTARA - Darwin Fatir.

Advertisement

Harianjogja.com, MAKASSAR—Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Muhammad Farhan Gunawan, korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, di Jalan Urip Sumoharjo, Lorong II, Perumahan Graha Kencana Nomor B5, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan. Kedatangan jenazah almarhum pada Sabtu (24/1/2026) disambut isak tangis keluarga serta tetangga yang mengenalnya sebagai pribadi ramah dan rendah hati.

Salah seorang tetangga dekat korban, Zulkarnain, mengenang sosok Farhan sebagai anak muda yang memiliki sikap luar biasa terhadap lingkungan sekitar. Menurutnya, almarhum dikenal sangat sopan dan mudah bergaul dengan siapa pun.

Advertisement

“Kalau ananda ini luar biasa attitudenya, bagus sekali terhadap tetangga, apalagi warga di sekitar sini,” tutur Zul di rumah duka.

Ia menambahkan, Farhan tidak pernah menunjukkan sikap sombong dan selalu menyapa dengan senyum ketika berpapasan dengan warga.

“Baik sekali, sopan sekali. Kalau kita menegur, anaknya sangat santun,” ucap Zul yang telah lama mengenal almarhum.

Meski orang tua Farhan saat ini tinggal di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, kepribadian almarhum dinilai tetap terjaga dengan baik selama menetap di Makassar.

“Mungkin karena selama ini orang tua, khususnya bapaknya, berjauhan di Sorowako. Tapi selama dia di sini, pergaulannya sangat bagus,” ujarnya.

Zulkarnain mengaku mengenal Farhan sejak kecil, mulai dari masa sekolah dasar hingga menempuh pendidikan menengah di Kota Makassar.

“Saya kenal dia waktu masih SD dan SMP di sini. SMP sampai SMA di Athira, Sekolah Islam Athira,” tuturnya.

Farhan diketahui bekerja sebagai pilot di maskapai penerbangan swasta Indonesia Air Transport (IAT). Almarhum masih muda dan belum berkeluarga.

Sebagai kru pesawat, Farhan tidak rutin pulang ke rumah karena padatnya jadwal penerbangan. Ia biasanya kembali ke Makassar ketika pesawatnya transit.

“Setahu saya sudah sekitar tiga tahun sebagai copilot. Sekarang kalau pulang bisa dua sampai tiga bulan sekali,” cerita Zul.

Farhan merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dan masih berstatus bujang.

“Belum berkeluarga, masih sendiri dia,” katanya.

Jenazah almarhum saat ini masih disemayamkan di rumah duka. Berdasarkan informasi keluarga, rencananya Farhan akan dimakamkan di pemakaman umum Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Minggu (25/1/2026) pagi.

“Kayaknya besok pagi dimakamkan di Gowa, di Pemakaman Darussalam Valley,” ujar Zul.

Zulkarnain mengaku baru mengetahui kabar kecelakaan pesawat tersebut melalui pemberitaan dan media sosial. Ia mewakili warga sekitar turut mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Sebelumnya, pesawat ATR tipe 42-500 yang diterbangkan Farhan bersama kru dan tiga penumpang dengan total 10 orang lepas landas dari Yogyakarta menuju Makassar. Namun, pesawat tersebut dilaporkan hilang kontak oleh Menara Pengawas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, pada Sabtu (17/1/2026) pukul 13.17 WITA di wilayah pegunungan perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep.

Tim SAR gabungan kemudian memastikan pesawat mengalami kecelakaan di kawasan pegunungan Bulusaraung. Operasi pencarian berlangsung selama tujuh hari hingga akhirnya para korban ditemukan.

Farhan bersama lima korban lainnya ditemukan pada Kamis (22/1/2026) pagi di jurang sedalam sekitar 250 meter di bawah puncak Gunung Bulusaraung, dengan radius sekitar 50 meter dari titik temuan awal.

Hasil identifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI) menyebutkan kantong jenazah nomor PM 62.B.07 sesuai dengan data AM 001 atas nama Muhammad Farhan Gunawan, usia 26 tahun, beralamat di Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, yang diketahui sebagai copilot pesawat ATR 42-500.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Bonek Dihalau Polisi di Stasiun Jogja Jelang Laga PSIM vs Persebaya

Bonek Dihalau Polisi di Stasiun Jogja Jelang Laga PSIM vs Persebaya

Jogja
| Minggu, 25 Januari 2026, 12:17 WIB

Advertisement

Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan

Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan

Wisata
| Sabtu, 24 Januari 2026, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement