Advertisement
Banjir Karawang Meluas, Warga Bantaran Sungai Dievakuasi
Banjir karawang meluas, warga dekat sungai diminta segera mengungsiGambar udara banjir di Karawang. ANTARA - HO/Pemkab Karawang
Advertisement
Harianjogja.com, KARAWANG— Bencana banjir kembali meluas di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, setelah Sungai Citarum dan Sungai Cibeet meluap hingga memicu status siaga tertinggi. Pemerintah Kabupaten Karawang meminta seluruh warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai segera mengungsi demi menghindari risiko keselamatan yang lebih besar.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, mengatakan kondisi kedua sungai utama tersebut mencapai status Awas pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Penetapan status tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk melakukan evakuasi warga secara menyeluruh di wilayah rawan banjir.
Advertisement
“Pada Sabtu pukul 01.20 WIB, status Sungai Citarum dan Cibeet berstatus Awas. Jadi semua warga yang tinggal dekat aliran sungai itu harus segera mengungsi,” kata Aep di Karawang, Sabtu.
Ia menyampaikan, Pemkab Karawang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah memastikan seluruh warga yang tinggal di bantaran sungai dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. Proses evakuasi dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparat keamanan hingga relawan kebencanaan.
BACA JUGA
Hingga Sabtu pagi, kondisi banjir di Karawang dilaporkan semakin memburuk. Jika sebelumnya genangan air hanya terjadi di 13 kecamatan, kini wilayah terdampak meluas menjadi 20 kecamatan. Data tersebut berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang per Jumat malam (23/1/2026) pukul 21.00 WIB.
BPBD Karawang mencatat, banjir telah merendam sedikitnya 9.650 rumah yang tersebar di 58 desa dan kelurahan pada 20 kecamatan di wilayah tersebut. Tingginya curah hujan dan luapan sungai menyebabkan air sulit surut dalam waktu singkat.
Jumlah warga terdampak banjir mencapai 10.927 kepala keluarga (KK). Rincian korban terdampak terdiri atas 31.601 jiwa dewasa, 969 balita, 111 bayi, serta 599 lanjut usia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.198 jiwa terpaksa mengungsi di sejumlah titik pengungsian yang telah disiapkan pemerintah daerah.
Banjir dengan kondisi paling parah dilaporkan terjadi di Desa Karangligar. Di wilayah tersebut, ketinggian air hampir mencapai dua meter dan merendam permukiman warga secara menyeluruh.
Sebanyak 20 kecamatan di Kabupaten Karawang kini terdampak banjir, di antaranya Kecamatan Karawang Timur yang meliputi Kelurahan Adiarsa Timur, Plawad, dan Palumbonsari. Selain itu, genangan juga terjadi di Kecamatan Karawang Barat, meliputi Kelurahan Karangpawitan, Mekarjati, Tanjungpura, Tanjungmekar, Karawang Kulon, dan Adiarsa.
Bupati Aep kembali mengimbau seluruh masyarakat Karawang agar mematuhi arahan dan perintah tim evakuasi yang bertugas di lapangan. Menurutnya, kepatuhan warga sangat diperlukan demi menjaga keselamatan dan kesehatan bersama di tengah bencana banjir yang terus meluas.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar BPBD, Kodim 0604, Polres Karawang, Yonif 305 Tengkorak, tim kesehatan, serta seluruh pemangku kepentingan kemanusiaan yang telah membantu persiapan dan penanganan di lapangan tanpa mengenal waktu dan lelah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tidak Boleh Tokoh Fiksi, Pekerjaan di KTP Diatur Ketat, Ini Daftarnya
- Banjir Kiriman Ciliwung Rendam Kebon Pala Jakarta
- BPBD Magetan Kerahkan SAR, Pendaki Mongkrang Belum Ditemukan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
Advertisement
3 Acara di DIY Masuk Katalog Kharisma Event Nusantara, Ini Daftarnya
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Depo di Jogja Tak Terima Sampah Organik, Bumijo Fokus Olah Mandiri
- Taspen Tegaskan Perlindungan Peserta Seusai Vonis Kasus Penipuan
- Tebing Labil Seusai Hujan, Batu Timpa Rumah Warga Bokoharjo Sleman
- Ini Jenis Makanan yang Tak Boleh Dipanaskan Berulang
- Puluhan Ribu Kopdes Merah Putih Ditarget Beroperasi April 2026
- Bulog Rancang Pembayaran Digital Gabah Petani Mulai 2026
- Banjir Rendam 1.948 Hektare Sawah Karawang, Produksi Padi Terancam
Advertisement
Advertisement



