OJK: Net Sell Asing Mulai Mereda, Pasar Modal RI Kian Stabil
OJK menyebut tekanan jual investor asing di pasar modal mulai mereda dan menyiapkan reformasi untuk meningkatkan daya saing serta kepercayaan investor.
Foto ilustrasi dapur Makan Bergizi Gratis, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JAKARTA — Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional sebanyak 1.780 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pengawasan dan peningkatan kualitas layanan bagi penerima manfaat.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan penghentian sementara dilakukan terhadap SPPG yang belum memenuhi standar dasar, terutama terkait aspek sanitasi dan pengelolaan limbah.
“SPPG yang tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS), kita hentikan sementara,” ujar Dadan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Ia menegaskan, meski sudah mendaftar SLHS, unit yang belum mendapatkan sertifikat dalam waktu satu bulan juga akan disuspensi hingga seluruh persyaratan terpenuhi.
Menurut Dadan, kebijakan ini bukan bentuk penghentian permanen, melainkan langkah korektif agar seluruh SPPG memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan. Pengawasan di lapangan juga diperkuat dengan melibatkan inspektorat guna memastikan setiap persoalan teknis dapat ditangani secara rinci dan cepat.
Saat ini, jumlah SPPG yang dihentikan sementara mencapai sekitar 1.780 unit dari total 26.800 unit yang tersebar di berbagai daerah. Namun, angka tersebut bersifat dinamis dan dapat berubah seiring proses evaluasi dan perbaikan.
“Dalam satu hingga dua minggu ke depan, jumlahnya bisa berubah karena proses perbaikan terus berjalan,” katanya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan Program MBG bukan sekadar pembagian makanan gratis, tetapi bagian dari strategi besar pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Program ini menargetkan sekitar 82,9 juta anak sebagai penerima manfaat, sehingga membutuhkan sistem yang solid dan standar pelayanan yang ketat.
“Program ini sangat besar skalanya. Tidak mudah mencapai puluhan juta penerima dalam waktu singkat, sehingga wajar jika masih ada kekurangan yang terus kita perbaiki,” ujar Zulkifli Hasan.
Ia menambahkan, penutupan sementara ribuan SPPG merupakan langkah tegas pemerintah dalam memastikan kualitas layanan tetap terjaga. Menurutnya, penghentian operasional adalah bentuk tindakan paling keras dalam proses evaluasi.
Selain itu, pemerintah juga membuka ruang pengaduan bagi sekolah maupun masyarakat jika menemukan layanan yang tidak sesuai standar. Mekanisme pelaporan dapat dilakukan melalui fasilitas call center maupun command center yang disiapkan pemerintah.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap pelaksanaan Program MBG ke depan semakin optimal, aman, dan tepat sasaran, sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan gizi anak-anak di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
OJK menyebut tekanan jual investor asing di pasar modal mulai mereda dan menyiapkan reformasi untuk meningkatkan daya saing serta kepercayaan investor.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M