Advertisement

BMKG Uji Nowcasting Berbasis AI untuk Data Lebih Akurat

Newswire
Senin, 19 Januari 2026 - 16:27 WIB
Maya Herawati
BMKG Uji Nowcasting Berbasis AI untuk Data Lebih Akurat Ilustrasi prakiraan cuaca BMKG. - ist - BMKG

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Upaya meningkatkan ketepatan informasi cuaca nasional memasuki babak baru. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat layanan prakiraan cuaca jangka pendek atau nowcasting melalui studi kelayakan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk menghadirkan data yang lebih akurat dan andal.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, di Jakarta, Senin (19/1/2026), menjelaskan studi tersebut dilakukan bersama PT Environmental Intelligence Indonesia (EII/Tomorrow Indonesia) dengan fokus pada pengembangan sistem prakiraan hujan jangka pendek berbasis pemodelan kecerdasan buatan.

Advertisement

Penguatan layanan ini menjadi bagian dari strategi membangun ketahanan nasional terhadap cuaca ekstrem sekaligus meningkatkan kualitas informasi cuaca bagi masyarakat dan sektor strategis.

"Penguatan bukan hanya memberi manfaat jangka pendek, tetapi turut membangun ketahanan iklim yang menyelamatkan nyawa dan mengoptimalkan efisiensi ekonomi. Terutama bagi sektor seperti manajemen bencana, pertanian, penerbangan, maritim, dan energi yang sangat bergantung pada kondisi cuaca dan iklim,” kata dia.

Berdasarkan hasil studi, pemanfaatan sistem Unified Precipitation (UP) yang mengintegrasikan data radar BMKG dan satelit cuaca global mampu meningkatkan resolusi spasial hingga 0,5 kilometer serta mempercepat pembaruan data prakiraan.

Perusahaan pengembang melaporkan, validasi teknis yang dilakukan di Jakarta dan Jawa Barat sebagai wilayah percontohan menunjukkan peningkatan kinerja prakiraan hujan hingga tiga jam ke depan. Kemampuan ini dinilai krusial untuk mendukung sistem peringatan dini cuaca ekstrem.

"Pengembangan layanan cuaca berbasis teknologi tersebut sejalan dengan upaya BMKG mendukung visi pembangunan nasional jangka panjang serta penguatan ketahanan iklim Indonesia," ujar Guswanto.

Ia menegaskan, kegiatan ini bersifat nonkomersial dan dijalankan dengan tata kelola yang jelas serta transparan. BMKG tetap menjadi otoritas nasional dalam pengelolaan data, validasi ilmiah, dan penyampaian informasi cuaca kepada publik, sementara mitra teknologi berperan mendukung inovasi sistem.

Guswanto berharap hasil studi ini mampu menopang layanan cuaca yang selaras dengan visi Indonesia Emas 2045 serta Asta Cita Presiden Prabowo Subianto lintas sektor.

"Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan publik serta mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan," kata dia.

Sementara itu, Presiden Direktur PT EII, Muhamad Fitriansyah, menjelaskan pengembangan sistem difokuskan pada peningkatan kinerja prakiraan curah hujan jangka pendek untuk kebutuhan peringatan dini, khususnya di wilayah berpola cuaca kompleks seperti kawasan perkotaan padat dan daerah berisiko hidrometeorologi tinggi.

Penguatan alur kerja dilakukan agar hasil prakiraan dapat disampaikan lebih cepat, tepat, dan relevan bagi publik maupun multisektor terdampak. Sistem yang dikembangkan menggabungkan jaringan radar BMKG dengan satelit cuaca global untuk menghasilkan resolusi spasial yang sangat tinggi.

Sistem ini juga diklaim mampu meningkatkan performa prediksi presipitasi dibanding model numerik standar untuk periode tiga jam ke depan, sekaligus mempercepat siklus pembaruan data agar respons terhadap cuaca ekstrem lebih sigap.

"Resolusi data yang dihasilkan tidak hanya lebih tinggi tetapi pembaruan juga lebih sering sehingga meningkatkan respons terhadap cuaca ekstrem," kata Fitriansyah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Dispar Kulonprogo Andalkan Digitalisasi Retribusi Kejar Target PAD

Dispar Kulonprogo Andalkan Digitalisasi Retribusi Kejar Target PAD

Kulonprogo
| Senin, 19 Januari 2026, 20:07 WIB

Advertisement

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Wisata
| Senin, 19 Januari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement