Advertisement
Proses Pencarian Pesawat ATR 42-500 Capai Titik Baru, Ini Kata Menhub
Pesawat ATR 42-500.ist - X
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Tim SAR gabungan menemukan sejumlah serpihan yang diduga kuat berasal dari pesawat ATR 42-500 di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan temuan tersebut menjadi titik perkembangan penting dalam operasi pencarian yang masih berlangsung.
“Penemuan serpihan ini merupakan bagian dari progres penting dalam proses pencarian, dan seluruh temuan saat ini sedang diverifikasi secara menyeluruh oleh otoritas berwenang,” ujar Dudy dalam keterangan resmi, Minggu (18/1/2026).
Advertisement
Serpihan ditemukan sekitar 26,49 kilometer dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, dan berada cukup dekat dengan posko Basarnas terdekat. Berdasarkan laporan yang diterima, pada pukul 07.46 WITA tim SAR pertama kali mengidentifikasi serpihan berupa jendela pesawat. Tiga menit kemudian, pukul 07.49 WITA, tim menemukan potongan besar yang diduga bagian badan pesawat berikut ekornya.
Dudy menegaskan pencarian pesawat ATR 42-500 terus dilakukan secara intensif dengan melibatkan Basarnas, TNI, Polri, Kemenhub, AirNav Indonesia, BMKG, serta pemerintah daerah. Seluruh unsur tersebut bekerja secara terkoordinasi untuk memperluas area pencarian dan mempercepat proses evakuasi.
BACA JUGA
Pemerintah juga memastikan bahwa keluarga korban terus mendapatkan pendampingan, akses informasi, serta layanan yang dibutuhkan selama proses pencarian berlangsung.
“Sejak laporan hilang kontak diterima, pemerintah langsung mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia,” jelas Dudy.
Ia menambahkan, seluruh informasi teknis terkait temuan serpihan maupun perkembangan pencarian akan disampaikan secara resmi oleh Basarnas dan Ditjen Perhubungan Udara setelah melalui verifikasi. Dudy juga meminta masyarakat tidak berspekulasi dan hanya mengikuti informasi dari kanal resmi pemerintah.
Saat ini, Crisis Center telah dibuka di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar sebagai pusat koordinasi informasi dan layanan untuk keluarga korban. Pemerintah memastikan seluruh langkah penanganan mengikuti standar keselamatan dan prosedur internasional.
Adapun jumlah persons on board (POB) pesawat tercatat sebanyak 10 orang, terdiri atas tujuh awak dan tiga penumpang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BPJS Kesehatan Luncurkan 8 Program Percepatan Layanan, Ini Daftarnya
- Korut Kecam Jepang soal Denuklirisasi, Ketegangan Meningkat
- Dapur MBG di Ngawi Meledak Timbulkan Luka Bakar, Diselidiki Labfor
- Pelecehan Seksual di FHUI Jadi Alarm Serius, Simak Kronologinya
- Kemarau Lebih Kering Tahun Ini, Intai Cadangan Air Tanah
Advertisement
Pemkab Gunungkidul Akan Bangun TPR Pantai Senilai Rp2,6 Miliar
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Peta Mobil Terlaris Bergeser di Kuartal 1 2026, Ini Daftarnya
- Remaja Tewas di Arteri Madukoro Seusai Tabrak Lari Malam Hari
- Update WhatsApp iPhone Bikin Chat dan Foto Lebih Mudah
- Dapur MBG di Ngawi Meledak Timbulkan Luka Bakar, Diselidiki Labfor
- Kebakaran BYD di China Picu Kekhawatiran, Ini Risiko EV
- Kelok 23 Punya View Laut, Disiapkan Jadi Destinasi Baru
- 93 Persen Anak Alami Karies, Orang Tua Diminta Waspada
Advertisement
Advertisement








