Advertisement
SAR Fokus Cari Korban Pesawat ATR 42-500 di Bukit Bulusaraung
Basarnas fokus pencarian korban pesawat ATR 42-500 di Bukit Bulusaraung Sulsel dengan tim gabungan dan medan pegunungan berat. - Instagram.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Basarnas menetapkan radius pencarian sejauh satu kilometer dari titik ditemukannya serpihan badan pesawat ATR 42-500 di puncak Bukit Bulusaraung, Kabupaten Pangkep-Maros, Sulawesi Selatan. Prioritas utama operasi SAR kali ini adalah menemukan korban.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, menjelaskan, “Operasi difokuskan pada pencarian korban.” Ia menambahkan area pencarian dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) darat yang disebar untuk mempercepat penelusuran medan pegunungan.
Advertisement
Operasi ini melibatkan 376 personel tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, serta unsur potensi SAR lainnya, termasuk anggota Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala). Seluruh personel bekerja di medan bukit bebatuan kars dengan ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut, menghadapi kondisi cuaca yang cepat berubah.
Pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT ditemukan pada Minggu pagi, kurang dari 24 jam setelah hilang kontak. Keberadaan pesawat pertama kali terdeteksi sekitar pukul 07.17 Wita ketika pesawat patroli udara melaporkan serpihan berwarna putih di kawasan Bukit Bulusaraung.
BACA JUGA
Tim darat kemudian mengonfirmasi serpihan di sisi utara puncak bukit sekitar pukul 08.02 Wita, disusul penemuan badan pesawat sekitar pukul 08.09 Wita untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Kantor SAR Makassar melaporkan helikopter sempat mendarat sementara dan menurunkan sejumlah personel Kopasgat serta Basarnas untuk memperkuat tim darat. Namun, helikopter kembali mengudara karena angin cukup kencang dan jarak pandang terbatas, hanya sekitar lima meter.
Berdasarkan data manifest penerbangan, pesawat ATR 42-500 mengangkut 11 orang, termasuk awak pesawat. Di antara penumpang terdapat tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yaitu Ferry Irawan selaku analis kapal pengawas, Deden Mulyana sebagai pengelola barang milik negara, serta Yoga Naufal sebagai operator foto udara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
PKL Dilarang Berjualan di Alun-Alun Wonosari, Pemkab Sediakan 2 Lokasi
Advertisement
Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif
Advertisement
Berita Populer
- Nyeri Perut Seusai Makan Bisa Tanda Batu Empedu
- Batu Raksasa Dipecah untuk Buka Akses Warga Gedangsari Gunungkidul
- Pengungsi Banjir Pidie Jaya Menanti Kepastian Hunian Layak
- Basarnas Telusuri Titik Hilang Kontak Pesawat di Maros Sulsel
- Kalurahan Banyuraden Sleman Raih Penghargaan Desa Nasional 2025
- Pesawat ATR Indonesia Air Transport Hilang Kontak, Angkut 11 Orang
- Banjir Surut, Jalur Kereta Pekalongan-Sragi Kembali Dilintasi
Advertisement
Advertisement



