Advertisement
Delapan Orang Ditangkap dalam OTT Pajak Pertambangan
Kantor KPK / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang menyasar pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. OTT yang berlangsung di wilayah Jakarta Utara dan Jabodetabek pada Jumat (9/1/2026) malam itu diduga berkaitan dengan pengaturan kewajiban pajak sejumlah perusahaan di sektor pertambangan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa temuan awal mengarah pada dugaan praktik pengurangan nilai pajak oleh oknum aparatur pajak. Skema tersebut diduga melibatkan wajib pajak dari pihak swasta.
Advertisement
“Kegiatan ini terkait dugaan modus pengaturan pajak di sektor pertambangan,” ujar Budi di Jakarta, Sabtu (10/1/2026).
Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan delapan orang—empat pegawai DJP dan empat wajib pajak. Mereka dibawa ke Gedung Merah Putih untuk menjalani pemeriksaan intensif dan pendalaman perkara.
BACA JUGA
“Para pihak diamankan di beberapa lokasi yang tersebar di Jabodetabek,” kata Budi.
KPK belum membeberkan identitas para pihak yang ditangkap. Budi menyebut penyidik masih mendalami hubungan antara pegawai pajak dan perusahaan tambang yang diduga mendapatkan keringanan pajak secara tidak sah.
“Perusahaan ada yang berkantor di Jakarta tetapi lokasi operasional tambangnya berada di daerah. Itu menjadi salah satu fokus penyelidikan tertutup kali ini,” jelasnya.
KPK juga tetap menjalin komunikasi dengan Kementerian Keuangan, baik terkait proses penindakan maupun penguatan upaya pencegahan korupsi di lingkungan DJP. Menurut Budi, Kemenkeu menyatakan dukungan penuh terhadap langkah KPK.
“Korupsi merupakan musuh bersama, sehingga semua pihak mendukung upaya pemberantasan dan penindakan,” ujarnya.
Kasus ini menambah daftar OTT KPK di sektor perpajakan yang sebelumnya juga menjadi sorotan publik. Penyidik KPK diperkirakan akan mengumumkan status hukum para pihak setelah pemeriksaan awal selesai dilakukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kulonprogo Selalu Surplus Perolehan Padi Meskipun Dilanda Kerusakan
Advertisement
Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
Advertisement
Berita Populer
- Waktu Terbaik Menyetek Lidah Mertua agar Akar Tumbuh Cepat
- Persebaya Kalahkan Malut United 2-1 di Debut Tavares
- PILKADA LEWAT DPRD: Jalan Rasional Demokrasi Efisien dan Efektif
- Luas Kawasan Kumuh di Bantul Capai 200 Hektare
- HUT PDI Perjuangan ke 53, Ini Pesan Eko Suwanto kepada Seluruh Kader
- Jadwal Lengkap Putaran Ketiga Piala FA 2026
- Greenland Kecam Wacana Aneksasi AS, Tolak Jadi Warga Amerika
Advertisement
Advertisement



