Advertisement
China Kutuk Keras Serangan AS dan Penangkapan Presiden Venezuela
China mengutuk keras serangan AS ke Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro yang dinilai melanggar hukum internasional. - Thread.
Advertisement
Harianjogja.com, CHINA—Pemerintah China menyatakan terkejut dan mengecam keras serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela serta penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang dinilai melanggar hukum internasional.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China menegaskan bahwa penggunaan kekuatan militer terhadap negara berdaulat merupakan pelanggaran serius terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan prinsip dasar hubungan internasional.
Advertisement
China juga memperingatkan bahwa tindakan tersebut berpotensi mengancam stabilitas kawasan Amerika Latin dan Karibia serta memperburuk ketegangan geopolitik global.
"China sangat terkejut dan mengutuk keras tindakan Amerika Serikat yang secara terang-terangan menggunakan kekuatan militer terhadap suatu negara berdaulat dan bahkan menangkap presiden negara tersebut," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China seperti termuat dalam laman Kementerian Luar Negeri China yang diakses ANTARA dari Beijing, Sabtu.
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat telah melancarkan serangan militer terhadap Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pada Sabtu (3/1) dini hari. Keduanya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari Venezuela.
"Tindakan semacam ini secara serius melanggar hukum internasional, melanggar kedaulatan Venezuela, serta mengancam perdamaian dan keamanan di kawasan Amerika Latin dan Karibia," demikian disebutkan dalam pernyataan tersebut. China dengan tegas menentang hal itu.
"Kami mendesak agar Amerika Serikat untuk mematuhi hukum internasional serta tujuan dan prinsip Piagam PBB dan menghentikan pelanggaran terhadap kedaulatan dan keamanan negara-negara lain," tegas pernyataan itu.
Dilaporkan pula sedikitnya ada tujuh ledakan dan jet-jet tempur terlihat terbang rendah di ibu kota Venezuela, Caracas, saat serangan AS terjadi. Listrik padam di beberapa kawasan di Caracas, termasuk bagian selatan kota yang dekat dengan pangkalan militer utama.
Sementara itu, Jaksa Agung AS Pam Bondi dalam pernyataannya di platform media sosial X mengatakan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah didakwa di Distrik Selatan New York atas sejumlah tuduhan pidana, termasuk "narco-terorism" atau terorisme narkoba.
Bondi menambahkan bahwa keduanya juga didakwa atas konspirasi impor kokain, kepemilikan senapan mesin dan perangkat penghancur, serta konspirasi untuk memiliki senapan mesin dan perangkat penghancur yang ditujukan terhadap Amerika Serikat.
Atas berbagai tuduhan tersebut, Maduro dan Flores akan segera diadili di AS. Trump menyebut rincian tambahan tentang penangkapan Maduro akan dirilis kemudian, dan sebuah konferensi pers akan digelar pada pukul 11.00 waktu setempat di kediamannya di Mar-a-Lago, di negara bagian Florida, Amerika Serikat.
Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino Lopez menegaskan negara tersebut menolak kehadiran pasukan asing. “Venezuela yang merdeka, independen, dan berdaulat menolak dengan segenap kekuatan sejarahnya kehadiran pasukan asing ini yang selama ini hanya membawa kematian, penderitaan, dan kehancuran,” kata Padrino dalam sebuah pesan video, Sabtu.
Ia juga meminta kepada komunitas internasional dan seluruh organisasi multilateral untuk mengutuk pemerintah Amerika Serikat atas pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB dan hukum internasional.
Pernyataan China muncul di tengah klaim Presiden AS Donald Trump mengenai keberhasilan operasi militer AS dan dakwaan pidana terhadap Maduro di pengadilan Amerika Serikat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kebijakan Luar Negeri Trump Mengeras, Targetkan Greenland-Iran
- IAGI Ungkap Dua Penyebab Dugaan Sinkhole di Limapuluh Kota
- Indonesia Larang Impor Daging Babi dari Spanyol akibat Wabah ASF
- Bareskrim Selidiki Dugaan Kejahatan Lingkungan di Banjir Bandang Aceh
- Kim Jong Un Klaim Uji Rudal Hipersonik Respons Situasi Global
Advertisement
Pemkab Gunungkidul Bidik PAD Wisata Rp36,4 Miliar pada 2026
Advertisement
Jadi Primadona, Umbul Pelem Klaten Raup Omzet Miliaran Sepanjang 2025
Advertisement
Berita Populer
- Kantor Diduga Scam di Sleman Tutup Usai Penggerebekan Polisi
- Polisi Kerahkan 1.060 Personel Jaga Aksi Buruh Hari Ini di Jakarta
- Pergerakan Tanah Masih Terjadi di Lokasi Sinkhole Situjua Sumbar
- Prabowo Gelar Retret Kabinet di Hambalang, Evaluasi Program Prioritas
- Mulai 2026, Gaji Guru PPPK Bantul Minimal Setara UMK
- Modus Liquid Vape, BNN Ungkap Lab Narkoba Jaringan Global di Ancol
- Demokrat Laporkan Sejumlah Akun di Medsos Terkait Hoaks soal SBY
Advertisement
Advertisement



