Advertisement
Satu WN China Tewas dalam Serangan AS-Israel ke Iran, 3.000 Dievakuasi
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning berbicara dalam konferensi pers di Beijing (2/3/2026). (ANTARA - Desca Lidya Natalia)
Advertisement
Harianjogja.com, BEIJING—Pemerintah China mengonfirmasi satu warga negaranya meninggal dunia akibat konflik bersenjata di Iran menyusul serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel. Di saat bersamaan, lebih dari 3.000 warga negara China telah berhasil dievakuasi dari wilayah tersebut.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyampaikan duka cita atas meninggalnya warga China yang terjebak dalam situasi konflik militer di Teheran.
Advertisement
“Pemerintah China berduka atas seorang warga negara kami yang kehilangan nyawa ketika terjebak dalam konflik militer di Teheran. Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban,” ujar Mao dalam konferensi pers di Beijing, Senin (2/3).
Ia menegaskan Kedutaan Besar China di Iran telah diperintahkan untuk memberikan bantuan kepada korban terdampak dan keluarganya.
BACA JUGA
Ribuan Warga Dievakuasi
Sejak kondisi keamanan di Iran memburuk, Kementerian Luar Negeri China bersama perwakilan diplomatiknya aktif mengimbau warga negara China agar segera meninggalkan wilayah tersebut.
Hingga Senin, tercatat lebih dari 3.000 warga China telah keluar dari Iran melalui berbagai jalur evakuasi.
“Misi diplomatik China di negara-negara tetangga Iran telah mengirimkan kelompok kerja untuk menerima dan membantu warga negara China yang dievakuasi ke perbatasan,” kata Mao.
Pemerintah China juga membuka sejumlah jalur darat sebagai akses keluar, di antaranya melalui Azerbaijan, Armenia, Turkiye, dan Irak.
Mao kembali mengingatkan warga China yang masih berada di Iran agar meningkatkan kewaspadaan dan segera meninggalkan negara tersebut mengingat situasi keamanan yang dinilai serius.
China Tidak Diberi Pemberitahuan
Terkait serangan militer yang terjadi pada Sabtu lalu, Mao menyatakan pemerintah China tidak menerima pemberitahuan sebelumnya mengenai aksi gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, serta sejumlah petinggi militer.
Data dari Bulan Sabit Merah Iran menyebutkan sedikitnya 555 orang tewas akibat serangan tersebut.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menyasar Israel serta sejumlah aset militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Dalam serangan balasan itu, tiga personel militer AS dilaporkan meninggal dunia.
Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah pun terus memanas seiring meningkatnya eskalasi konflik antara pihak-pihak yang terlibat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Bawa Tikar Sendiri di Pantai Krakal Diminta Bayar, Ini Kata Pemkab
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
Advertisement
Advertisement






