Advertisement
Rusia Kecam Blokade Minyak AS terhadap Venezuela
Ilustrasi Rusia. Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Blokade minyak yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap Venezuela menuai kecaman Rusia. Moskow menyebut kebijakan itu sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara.
Utusan Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia menyatakan penyitaan kapal tanker Venezuela mencerminkan upaya agresif AS untuk menekan Caracas melalui sanksi sepihak yang berdampak langsung pada rakyat sipil.
Advertisement
Sementara Washington berdalih memerangi korupsi dan narkotika, Venezuela menilai langkah tersebut sebagai bentuk pembajakan internasional dan strategi untuk menguasai sumber daya minyak negara itu.
Dalam sesi darurat Dewan Keamanan PBB, Nebenzia mengatakan blokade total AS terhadap kapal tanker minyak terkait sanksi bertujuan memberi tekanan militer, politik, dan ekonomi untuk memaksakan perubahan rezim yang dianggap tidak menguntungkan bagi AS.
BACA JUGA
"Blokade ilegal AS di pantai Venezuela adalah tindakan agresi yang paling jelas dan benar-benar nyata, dan tanggung jawab Washington juga terlihat jelas atas konsekuensi bencana dari perilaku seperti koboi tersebut bagi penduduk negara yang sekarang diblokade," katanya.
Nebenzia juga berpendapat bahwa intervensi AS dapat "menjadi contoh bagi tindakan kekerasan di masa depan terhadap negara-negara Amerika Latin."
"Di Washington, mereka siap menghormati kemerdekaan Anda dan mempertimbangkan kepentingan Anda hanya jika Anda bersedia menyesuaikannya dengan kepentingan Amerika Serikat dan menjalankan kebijakan yang sesuai dan menguntungkan bagi mereka," tambahnya.
Sejak Presiden AS Donald Trump mendeklarasikan blokade minyak pekan lalu, pasukan AS telah menyita setidaknya dua kapal tanker saat mereka berangkat dari Venezuela, dengan Trump mengumumkan bahwa Washington akan "menahannya" bersama dengan muatannya.
Venezuela mengutuk tindakan AS sebagai "pembajakan internasional." Washington mengatakan tindakannya bertujuan untuk memerangi korupsi dan perdagangan narkoba, sementara Caracas menuduh AS menggunakan upaya anti-narkotika sebagai dalih untuk menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dari kekuasaan dan mendapatkan kendali atas sumber daya minyak Venezuela.
Perbedaan sikap antara Washington dan Caracas menunjukkan konflik geopolitik Venezuela masih jauh dari kata selesai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
ASN di DIY Diminta Tinggalkan Kendaraan Pribadi Ketimbang WFA
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
- Kebijakan WFH Final, Menkeu Purbaya Sebut Pengumuman Segera Dilakukan
- Kelelahan, Polisi Kapospam Tugu Jogja Meninggal Dunia Saat Bertugas
- Posko THR Bantul Terima 20 Aduan, 5 Kasus Dilimpahkan ke Provinsi
- KPK Dalami Pihak Sentral Lain dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Hari Ini
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Advertisement







