Advertisement
Cegah Anak Tersesat, Masjidil Haram Sediakan Gelang Identitas
Ibadah umroh - Ist/Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Otoritas Masjidil Haram menyediakan layanan gelang identitas anak guna memudahkan identifikasi jika anak terpisah dari orang tua di Mekkah.
Gelang tersebut berisi informasi kontak orang tua atau wali jemaah. Inisiatif ini dirancang untuk memudahkan proses identifikasi serta mempercepat penyatuan kembali apabila anak terpisah atau tersesat di tengah kepadatan jemaah di area masjid.
Advertisement
Melansir laporan Gulf News, kebijakan ini merupakan bagian dari sistem terpadu pengamanan pengunjung. Tujuannya adalah membantu petugas di lapangan dalam menangani situasi darurat secara lebih cepat, tepat, dan efisien.
Lokasi Layanan Gelang Identitas Anak
BACA JUGA
Layanan penyediaan gelang identitas anak ini tersedia secara gratis di beberapa pintu masuk utama Masjidil Haram. Para orang tua dapat mengunjungi titik layanan di lokasi berikut:
- Gerbang King Abdulaziz
- Gerbang King Fahd (Gerbang Nomor 79)
Di titik-titik tersebut, petugas khusus telah disiagakan untuk membantu orang tua atau wali dalam mendaftarkan data kontak dengan proses yang mudah dan singkat.
Pihak otoritas mengimbau seluruh orang tua dan pendamping anak untuk memanfaatkan fasilitas keselamatan ini. Imbauan ini menjadi sangat krusial, terutama pada periode dengan tingkat kunjungan tinggi seperti musim umrah dan pelaksanaan ibadah haji, saat jumlah jemaah di Masjidil Haram meningkat tajam.
Inisiatif penyediaan gelang identitas ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan ketenangan bagi keluarga yang beribadah. Selain itu, langkah ini memperkuat komitmen Arab Saudi dalam menjaga standar keselamatan anak di salah satu situs keagamaan terpenting di dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Dana Hibah Padukuhan Sleman Rp30,3 Miliar Masih Tunggu Regulasi
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Kasus Leptospirosis Gunungkidul 2025 Capai 30 Orang, 1 Warga Meninggal
- Pemerintah Siapkan Dialog dengan MUI soal Keanggotaan Indonesia di BoP
- YKC10K 2026 Digelar 8 Februari, Tantang 1.000 Pelari di Jogja
- Ilmu Komunikasi Unisa Gandeng UiTM Perkuat Publikasi Internasional
- Saudi Tegaskan Pilih Jalur Damai, Bantah Dorong AS Serang Iran
- Perempuan Ditemukan Tewas di Banguntapan, Polisi Telusuri Penyebabnya
- Dosen Gizi Unisa Jogja Jelaskan Fakta di Balik Es Gabus Viral
Advertisement
Advertisement



