Advertisement
Tiga Turis Lansia Malaysia Ditemukan Selamat di Aceh Pasca Bencana
Kondisi permukiman warga di Desa Blang Meurandeh, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, pasca terjangan banjir bandang yang menyebabkan sebagian lahan warga hilang dan berubah menjadi aliran sungai, Jumat (28/11/2025). ANTARA/ist-Dok Warga - Sudirman
Advertisement
Harianjogja.com, PENANG—Tiga turis lansia asal Malaysia yang sempat hilang akibat bencana alam di Pulau Sumatera berhasil ditemukan dan dievakuasi di Aceh.
Kementerian Luar Negeri Malaysia, melalui Konsulat Jenderal Malaysia di Medan, dalam keterangannya yang diterima di Penang, Kamis, menyampaikan ketiga warga lansia berusia antara 63 hingga 64 tahun, yang sebelumnya tidak dapat dihubungi sejak 27 November, telah berhasil ditemukan dan dievakuasi dari daerah yang terisolasi akibat banjir.
Advertisement
Mereka telah diterbangkan oleh TNI Angkatan Udara dari Bandara Rembele, Takengon, ke Medan, Sumatera Utara, dan tiba di Bandara Kualanamu pada Rabu (3/12) malam. Konsulat Jenderal Malaysia di Medan sedang mengatur kepulangan ketiganya ke Malaysia secepat mungkin.
Sementara itu, satu warga Malaysia yang hilang saat terjadi tanah longsor di Padang Panjang, Sumatera Barat, masih belum dapat ditemukan hingga hari ketujuh, hari ini.
BACA JUGA
Upaya pencarian terus dilakukan di sepanjang tepi sungai dan area tanah longsor dekat Jambatan Kembar, Padang Panjang.
Di sisi lain, Konsulat Jenderal Malaysia di Medan juga menerima informasi satu lagi warga lansia berusia 64 tahun asal Malaysia yang tidak dapat dihubungi di tengah bencana Sumatera.
Upaya untuk melacak keberadaan warga lansia itu terus dilakukan.
Konsulat Jenderal Malaysia di Medan terus berkoordinasi erat dengan pihak berwenang Indonesia dan memberikan dukungan kepada keluarga, yang saat ini membantu pejabat setempat dalam proses identifikasi yang diperlukan.
Konsulat Jenderal Malaysia di Medan juga menyatakan terus memantau perkembangan pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda sebagian wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara sejak 27 November 2025.
Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) serta pemulihan masih berlangsung, dengan akses ke beberapa daerah terdampak yang berangsur-angsur membaik.
Otoritas Indonesia telah mulai membuka kembali beberapa jalur akses darat, sehingga memungkinkan penyaluran bantuan penting seperti makanan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar secara lebih cepat dan teratur.
Upaya pemulihan jalur jalan utama juga sedang dilakukan, dengan target penyelesaian perbaikan jalur kunci pada pertengahan Desember untuk mendukung kerja pemulihan wilayah terdampak secara menyeluruh.
Kementerian Luar Negeri Malaysia mengimbau warga Malaysia di wilayah terdampak bencana untuk tetap waspada, memantau ramalan cuaca setempat, dan mengikuti arahan dari pihak berwenang Indonesia.
Keluarga di Malaysia yang tidak dapat menghubungi kerabat mereka di daerah terdampak bencana di Sumatera juga disarankan untuk menghubungi Konsulat Jenderal Malaysia di Medan untuk mendapatkan bantuan.
Nomor telepon Konsulat Jenderal Malaysia di Medan, Sumatera Utara adalah +62 823 6164 6046. Layanan telepon ini beroperasi 24 jam, dengan petugas yang selalu siap merespons. Konjen di Medan telah menetapkan pegawai bertugas untuk menjawab setiap komunikasi.
Selain itu, siapa pun yang berkepentingan juga bisa menghubungi melalui surat elektronik (email) ke mwmedan@kln.gov.my.
Kepulangan dan penanganan tiga turis lansia Malaysia yang berhasil ditemukan di Aceh ini menjadi bukti sinergi kuat antara otoritas Indonesia dan Malaysia dalam merespons bencana di wilayah Sumatera.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Sleman Siapkan Embung di Wonokerto Jadi Penyangga Air Lereng Merapi
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Banjir Pekalongan Lumpuhkan Jalur Rel, KAI Batalkan 82 Kereta
- PSS Imbang 1-1 dengan Persela, Peringkat Kedua Tetap Terjaga
- Pentagon Siagakan 1.500 Pasukan untuk Antisipasi Kerusuhan
- Pemkab Sleman Naikkan Anggaran RTLH 2026, Sasar 615 Rumah Warga
- Hujan Sehari, 16 Kecamatan di Bekasi Terendam Banjir
- Enam Gejala di Kaki yang Berbahaya bagi Kesehatan
- Wisatawan Asal Pekalongan Terseret Ombak di Pantai Siung Gunungkidul
Advertisement
Advertisement



